"Seperti diketahui masalah rupiah itu tidak berdiri sendiri, itu juga sangat tergantung dengan ekonomi dunia khususnya ekonomi di Amerika (Serikat). Karena ekonomi di Amerika menguat artinya rupiah melemah," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (8/5/2018).
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS juga membuat barang-barang impor menjadi mahal, akan tetapi bisa mendongkrak nilai ekspor Indonesia karena transaksi yang digunakan menggunakan mata uang Paman Sam tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK kemudian menyinggung soal melemahnya yuan yang merupakan dampak dari kebijakan ekonomi China sendiri. Menurut JK, melemahnya yuan bisa jadi pelajaran bagi Indonesia yang bisa meningkatkan ekspor.
"Jangan lupa, kemajuan China juga dengan kebijakan melemahkan yuan, jadi dengan sedikit pelan-pelan itu rupiah melemah itu berarti pendapatan ekspor kita akan lebih besar dan juga dalam negeri akan menjadi lebih pendapatannya naik. Di lain pihak memang akan terjadi kenaikan harga-harga yang bahan baku impor, tapi itu bisa diselesaikan dengan mendorong orang untuk produksi dalam negeri akibat impor mahal," tutur JK.
Ditanya apa yang dilakukan pemerintah, JK menjawab hal tersebut merupakan tanggung jawab Bank Indonesia (BI). BI dinilai bisa melakukan intervensi agar dolar AS tidak semakin bergejolak.
"Bank Indonesia bisa intervensi sehingga jangan tiba-tiba terlalu naik, kalau naik itu pelan-pelan dan juga kemudian sekitar Rp 14.000 itu tugas BI dan pemerintah sepakat," jelas JK. (rna/ara)











































