Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 21 Mei 2018 11:05 WIB

Bos BEI Tantang Anak Buahnya Tes Urine

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma/detikFinance Foto: Hendra Kusuma/detikFinance
Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengundang Basan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba. Acara ini pun dihadiri langsung oleh Kepala BNN Heru Winarko.

Di lantai bursa BNN melakukan sosialisasi tentang program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN). Acara ini pun dihadiri oleh seluruh karyawan BEI dan 2 SRO lainnya yakni KPEI dan KSEI.

Dalam sambutannya Heru menerangkan tentang bahaya narkoba dan program kerja BNN. Namun di sela-sela pidatonya dia menantang para karyawan BEI, KSEI dan KPEI melakukan tes urine.

"Untuk tes urine ini dilakukan karena hanya dua yakni kesadaran dan penegakan hukum. Kesadaran dari institusinya supaya pegawainya mau di cek. Untuk sekarang silahkan siapa yang mau?" tanya Heru, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (21/5/2018).


Para karyawan yang hadir pun terdiam untuk beberapa saat. Heru pun menyerukan ajakannya kembali.

Akhirnya Direktur Utama BEI Tito Sulistio langsung tunjuk tangan. Dia bersedia untuk melakukan tes urine. Sambil berdiri Tito juga menantang para pegawai untuk melakukan tes urine.

"Ayo mana nih?" serunya.

Akhirnya ada 4 orang pegawai yang bersedia, salah satunya Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan. Mereka langsung menuju belakang Main Hall untuk pengambilan urine.

Dalam tahap awal, BEI dan BNN sepakat untuk melakukan sosialisasi tersebut kepada para pegawai BEI dan 2 SRO lainnya yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI).

Untuk ke depan Tito berharap bisa melakukan sosialisasi menyeluruh ke semua orang yang bekerja di pasar modal. Baik itu perusahaan efek, manajer investasi hingga pelaku pasar.

"Pasar modal ini tempat berteduhnya para stakeholder di pasar modal. Ada 2 juta orang bekerja di rumah pasar modal," tuturnya.


Tito memandang perlu untuk mengkampanyekan program P4GN di dunia pasar modal. Sebab bekerja di pasar modal memiliki tekanan yang cukup tinggi, sehingga sangat rentan pelaku pasar mengkonsumsi narkoba.

"Seorang trader itu bekerja dengan pressure cukup tinggi. Memang banyak kasus mereka semua jadi pemakai karena kebutuhan kerjanya," imbuhnya.

Diakuinya memang cukup sulit untuk menyisir para pelaku pasar modal yang menggunakan narkoba. Namun ke depannya BEI akan mengkampanyekan untuk melaporkan jika melihat ada penyalahgunaan narkoba. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed