Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 22 Mei 2018 14:11 WIB

Auditor Harus Independen, Jangan Curangi Laporan Keuangan

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengusulkan agar auditor laporan keuangan perusahaan berasal dari independen. Auditor laporan keuangan juga harus tersertifikasi.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, pihaknya telah berbicara kepada Ikatan Akutan Indonesia (IAI) mengenai usulan tersebut agar dapat segera diterapkan.

"Saya mengusulkan membuat satu inisiatif dan sudah bicara dengan IAI, auditor yang memberikan laporan keuangan kalau bisa di sertifikasi, ujian. Setelah itu mereka harus independen, harus tidak boleh terafiliasi," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Menurut Tito, usulan tersebut jika diterapkan bisa menjadi antisipasi awal agar tidak terjadi kecurangan modifikasi laporan keuangan. Sehingga tidak ada investor yang menjadi korban.

"Itu jadi defense paling awal dari laporan keuangan. Bisa coba khusus perusahaan tercatat dulu," tambahnya.

Tito memandang terkadang ada pihak yang melakukan audit terafiliasi dengan manajemen perusahaan. Hal itu yang membuka kemungkinan terjadinya kecurangan.

"Kunci utamanya bagaimana laporan keuangan di perusahaan itu ditandatangani oleh auditor oleh penanggung jawab dengan benar. Karenanya terkadang auditor itu di Indonesia, kakeknya presiden komisaris lah, bapaknya presiden direktur lah," tuturnya.

Usulan itu juga merujuk atas terjadinya gagal bayar bunga surat utang jangka pendek atau medium term notes (MTN) milik PT Sunprima Nusantara Pembiayaan atau SNP Finance. Para investor merasa tertipu lantaran MTN SNP Finance sebelumnya mendapatkan rating yang kinclong.


Pefindo lah yang memberikan rating idA/stable pada Maret 2018. Bahkan rating itu sudah dinaikan dari sebelumnya idA-/stable.

Namun dari kasus itu Tito memandang Pefindo tidak salah sepenuhnya. Sebab sebagai lembaga pemberi rating, Pefindo hanya mendasari laporan keuangan yang disajikan auditor.

"Rating kan basisnya dari laporan keuangan yang sudah diaudit. Jadi bukan tugasnya Pefindo lagi untuk meriksa lagi laporan keuangannya. Pefindo terima laporan keuangan proyeksi perusahaan kan tidak memeriksa mendalam," tegasnya.


"Saya tidak menyalahkan atau tidak, tapi memang tugas Pefindo dari situ. Kalau diurut-urut, Pefindo bikin dari auditor. Makanya auditor harus jadi pertahanan pertama dari pada industri pasar modal," tambah Tito.

Sekedar informasi, SNP Finance pada 9 dan 14 Mei 2018 mengalami gagal bayar terhadap MTN yang diterbitkan. Total kewajiban bunga yang tak terbayarkan mencapai Rp 6,75 miliar dari dua seri MTN. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed