Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 20 Jul 2018 12:45 WIB

Luhut: Rupiah Bagus Kok, Nggak Apa-apa

Trio Hamdani - detikFinance
Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan/Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan/Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance
Jakarta - Dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat hingga ke level Rp 14.515. Menanggapi itu, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menilai tak ada yang perlu dikhawatirkan.

"Rupiah biasa, nggak apa apa," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Jumat (20/7/2018).

Luhut menjelaskan, kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini dalam keadaan bagus. Maka diyakini mampu menghadapi gejolak dolar.


Saksikan juga video 'Pelemahan Rupiah di Mata Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



"Rupiah bagus kok, anu kita semua, fundamental ekonomi kita, inflasi bagus, memang karena account deficit (defisit neraca berjalan) kita, tetapi dengan kita mau gunakan B20 (campuran kelapa sawit 20%) kita hitung kita akan bisa penerimaan kira kira hampir US$ 4 miliar dalam 2 tahun ke depan," terang Luhut.

Jika tahun ini saja Indonesia bisa menggunakan B20 sebanyak 500 ribu ton, maka penerimaan bisa mencapai US$ 1 miliar. Ini bisa membantu menjaga kondisi ekonomi Indonesia, termasuk dari penguatan dolar AS.


"Tahun ini kalau digunakan 500 ribu ton saja saya kira sudah hampir US$ 1 miliar, karena account deficit kita bisa jadi baik juga. Jadi overall saya kira nggak ada yang perlu terlalu dikhawatirkan," tambahnya.

Dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan keperkasaannya. Setelah kemarin sempat menyentuh rekor tertinggi tahun ini di Rp 14.534, pagi ini dolar AS menunjukkan grafik penguatan hingga ke level Rp 14.515.

Dikutip detikFinance dari data perdagangan Reuters, Jumat (20/7/2018), dolar AS pagi ini bergerak di level Rp 14.500 hingga Rp 14.555.

Luhut: Rupiah Bagus Kok, Nggak Apa-apa
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed