Pidato Soal Situasi Ekonomi, Menantu Erdogan Bercucuran Keringat

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Senin, 13 Agu 2018 13:15 WIB
Foto: Dok. AFP
Jakarta - Lira Turki telah mencapai rekor terendah sejak awal tahun 2018. Mata uang itu anjlok hingga lebih dari 6 lira per dolar Amerika Serikat (AS).

Menteri Keuangan Turki Berat Albayrak pun angkat bicara mengenai pelemahan terhadap mata uang negaranya sebagai upaya untuk meredakan kekhawatiran investor terhadap ekonomi Turki.

Seperti dikutip dari CNBC, Senin (13/8/2018), Berat Albayrak dalam sebuah pidato mengatakan pemerintah akan menjaga independensi bank sentral.

Dia juga berjanji untuk terus menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam melawan inflasi yang saat ini mendekati 16%. Albayrak berbicara mengenao kebijakan ekonomi baru kementeriannya ketika mata uang itu jatuh.

"Salah satu prinsip kami ialah untuk terus memastikan independensi dan memperkuat kebijakan moneter," katanya.


Menariknya, dalam menyampaikan pidato tersebut Berat Albayrak nampak tak henti-hentinya berkeringat. Berkali-kali, dia pun mengelap keringat yang ada di dahinya dengan saputangan putih yang dibawanya.

Hal itupun menjadi perhatian para netizen, khususnya warga Turki. Sebab, Albayrak yang baru menjabat sebagai menteri keuangan itu nampak gugup saat memberikan pidato mengenai masalah keuangan yang menjadi tanggung jawabnya.

Seperti diketahui juga, Berat Albayrak sendiri merupakan menantu dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Pengangkatan Albayrak menjadi menteri keuangan itu juga belum lama dilakukan.

Bahkan banyak yang menyebut, diangkatnya Albayrak jadi menteri keuangan jadi salah satu penyebab lira melemah terhadap dolar AS. Sebab, tak lama Albayrak diangkat, mata uang lira langsung jatuh cukup dalam terhadap dolar AS.

(fdl/fdl)