Follow detikFinance
Senin, 13 Agu 2018 21:07 WIB

Kepala Bappenas Bicara soal Pelemahan Lira Turki dan Rupiah

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: dok. Bappenas Foto: dok. Bappenas
FOKUS BERITA Krisis Ekonomi Turki
Jakarta - Nilai tukar mata uang lira Turki sedang mengalami gejolak. Bahkan saat ini berada di level 6,89 per dolar Amerika Serikat (AS).

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro pada dasarnya investor masih menilai Indonesia dan Turki sebagai negara berkembang. Kedua negara ini berdampak langsung terhadap dinamika ekonomi global.

"Indonesia dan Turki sama-sama dianggap emerging market jadi ditahap awal ada konsolidasi dari investor lihat emerging market," ujar Bambang di di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, Senin (13/8/2018).


Namun ia berharap investor memberikan penilaian yang berbeda berdasarkan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini.

"Mudah-mudahan apa yang kita lakukan berikan persepsi yang berbeda dengan Turki karena Turki ada unsur intervensi dari pemerintah kepada bank sentral. Sedangkan kita sudah relatif independen," kata dia.

Selain itu, terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mencapai Rp 14.600 ia mengatakan mesti melakukan penelusuran dalam beberapa hari ke depan.

"Di awal ada konsolidasi, konsolidasi akan pengaruhi nilai tukar rupiah. Yang penting kita lihat beberapa hari ke depan, apakah tren rupiah akan membaik kembali dan kemudian orang larinya hanya pada Turki," sambung dia.


Bambang berharap investor menilai rupiah dan lira memiliki fundamental yang berbeda. Pasalnya, rentang inflasi pada rupiah berada di level 4% sedangkan lira jauh lebih tinggi.

"Atau kita dianggap sama dengan Turki. Tapi perkiraan saya, kita dianggap beda karena kita punya independensi bank sentral. Kedua kita juga inflasi lebih baik. Turki inflasi double digit, sedangkan kita inflasi cuma sekitar 3-4% ini buat perbedaan yang luar biasa," tutup dia.


Saksikan juga video ' Penyebab Rupiah dan Mata Uang Dunia Melemah ':

[Gambas:Video 20detik]

(ara/ara)
FOKUS BERITA Krisis Ekonomi Turki
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed