Obligasi yang dikeluarkan dibagi dalam 2 seri, seri A bertenor 3 tahun dan seri B ternornya 5 tahun. Untuk seri A memiliki kupon bunga 9-9,75%, sedangkan seri B 9,85-10,65%.
Bunga obligasi JLB akan dibayarkan setiap triwulan tanggal emisi. Bunga obligasi pertama akan dikeluarkan pada 20 Desember 2018, sedangkan bunga obligasi terakhir akan jatuh tempo pada tanggal 20 September 2021 untuk seri A dan tanggal 20 September 2023 untuk seri B.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh dana hasil dari penawaran umum obligasi, setelah dikurangi biaya-biaya risiko, akan digunakan untuk melunasi pinjaman modal kerja dan pinjaman sindikasi sekitar 92% dan sisanya untuk membiayai modal kerja untuk pemeliharaan jalan tol," kata Direktur Utama JLB Facthur Rochman dalam keterangan tertulis perusahaan, Kamis (16/8/2018).
Dalam aksi korporasi ini, perusahaan menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT BCA Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi. Sementara yang ditunjuk sebagai wali amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Untuk masa penawaran awal (bookbuilding) akan dilakukan pada tanggal 16-30 Agustus 2018, sedangkan masa penawaran umum akan dilaksanakan pada tanggal 13-17 September 2018. Distribusi secara elektronik dilakukan langsung pada 20 September 2018 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 21 September 2018.
Sekedar informasi pada 2017, laba usaha JLB sebesar Rp 485,4 miliar naik dari 2016 sebesar Rp 443,9 miliar. Sementara laba bersih naik dari Rp 95,4 miliar menjadi Rp 147,7 miliar.
Saksikan juga video ' Uang Konsesi Pengelolaan JORR Rp 68 Miliar Dikembalikan ke Negara ':
(das/hns)











































