Rencana yang sudah digaungkan sejak lama itu hingga saat ini belum terealisasi. Alasannya manajemen belum menemukan perusahaan modal ventura yang cocok dengan strategi bisnis BNI.
"Kita sudah masukkan dalam rencana bisnis kita. Kalau dalam waktu dekat kita lebih memilih modal ventura yang sudah jadi, tapi cocok dengan strategi kita. Dari pada bikin sendiri. Kenapa belum kejadian ya karena kita lihat kondisinya dulu," kata Direktur BNI Bob Tyasika Ananta di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (28/8/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bob menjelaskan, BNI akan membangun bisnis modal ventura dengan dua alasan. Pertama sebagai wadah lain untuk melakukan investasi.
"Modal ventura memberikan fleksibiltas karena bank fully regulated. Jadi kalau mau menanam saham fleksibilitasnya ada di modal ventura," tambahnya.
Kedua, perusahaan memandang membangun modal ventura sebagai investasi. Jika nilai perusahaan modal ventura itu meningkat ada kemungkinan akan dijual.
"Kita ingin kombinasi dari dua sisi itu. Tapi kami juga ingin kembangkan modal ventura secara fleksibel," tambahnya.











































