Debat Investor dan Direksi Bakrieland soal Kurangi Jumlah Saham

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 19 Nov 2018 17:17 WIB
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menegaskan akan terus melakukan penggabungan nilai saham (reverse stock) dengan skala 10:1 dalam rangka restrukturisasi utang. Meskipun ada penolakan dari Forum Investor Penolak Reverse Stock ELTY (Forty).

Penegasan itu dikeluarkan oleh direksi ELTY saat menggelar paparan publik. Dalam kesempatan tanya jawab beberapa pemegang saham menanyakan tentang kelanjutan rencana reverse stok itu.

Presiden Direktur ELTY Ambono Janurianto mengatakan, terkait rencana reverse stock pihaknya masih menunggu izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jika sudah mengantongi izin, maka perusahaan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) ketiga untuk meminta restu dari pemegang saham.

"Kepastian reverse stock saya hanya tinggal tunggu, saya hanya akan melaksanakan kalau OJK bilang oke fine dan bisa RUPS ketiga. Kalau di RUPS nanti tidak kuorum ya bubar," ujarnya di Hotel Aston Rasuna, Jakarta, Senin (19/11/2018).

Jawaban itu kemudian kembali dipertanyakan kembali oleh pemegang saham. Sebab OJK sendiri dalam suratnya sebelumnya menyatakan bahwa masih ada dokumen yang belum diserahkan oleh ELTY. Sehingga izin belum bisa dikeluarkan dan OJK masih menunggu.

"Loh kalau terserah kita ya kita lakukan terus. Mengenai dokumen kita sudah berikan dokumen baik ke BEI dan OJK. Untuk dokumen-dokumen tertentu kita cap rahasia tidak bisa disebarluaskan. Bapak minta dokumen itu tidak akan bisa," jawab Ambono.

Ambono menegaskan, dokumen yang dicap rahasia oleh perusahaan itu sudah diberikan kepada OJK dan BEI. Sehingga posisi perusahaan masih menunggu.


Investor ELTY yang tergabung dalam Forum Investor Penolak Reverse Stock ELTY (Forty) sendiri menolak tegas rencana reverse stock karena merasa aksi itu berpotensi merugikan perusahaan.

Forty menduga setelah reverse stock saham ELTY akan turun kembali seperti saham-saham Grup Bakrie yang sudah melakukan reverse stock. Saham ELTY sendiri saat ini tidur di level Rp 50, jika jadi reverse stok maka nilainya akan menjadi Rp 500.

Namun seiring dengan nilai saham yang meningkat jumlah kepemilikan saham juga berkurang dengan rasio 10:1. Itu artinya nilai portofolio pemegang saham tetap sama. Misalnya investor A pegang 100 lembar saham ELTY, maka nilai portofolio sahamnya tetap Rp 5.000

Selama ini nilai kepemilikan saham tertahan tak bisa turun lantaran saham ELTY mentok di level Rp 50. Jika setelah reverse stock menjadi Rp 500 nilainya bisa saja turun dan di situlah pemegang saham ELTY akan merugi.

Ambono juga menegaskan, meskipun perusahaan tetap ingin reverse stock dilakukan, jika tidak mendapatkan izin ataupun tidak kuorum saat RUPS ketiga perusahaan tetap akan melakukan restrukturisasi utang. Salah satunya dengan menggantikan utang dengan aset (debt to aset swap).

Menurut Ambono langkah itu berpotensi memberikan kerugian yang besar bagi perusahaan. Meskipun tetap akan dilakukan perusahaan.

"Konsekuensinya rugi besar. Tapi dari pada debt high or loss, ya kita lakukan. Perusahaan ini harus tetap jalan. Either way harus kita lakukan sesuatu dan harus kita berkorban melakukan ini, ya kita harus berpahit-pahit dulu," tegasnya.

Sekedar informasi, utang perseroan mencapai Rp 1,84 triliun di mana mayoritas berasal dari utang perbankan dan sisanya Rp 100 miliar merupakan utang perseroan dengan perusahaan manajemen investasi dan private equity PT Geo Link Indonesia dari total nilai pagu pinjaman sebesar Rp 500 miliar.



Tonton juga 'Premium Gagal Naik, DPR: Investor Jadi Takut':

[Gambas:Video 20detik]

(das/fdl)