Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 11 Des 2018 19:12 WIB

Alasan Kang Emil Copot Dirut Bank BJB

Mochamad Solehudin - detikFinance
Ahmad Irvan, Eks Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)Foto: Rachman Haryanto Ahmad Irvan, Eks Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)Foto: Rachman Haryanto
Bandung - Direktur Utama Bank bjb Ahmad Irfan diberhentikan dari jabatannya. Upaya penyegaran ditambah ada visi baru yang coba diterapkan di Bank bjb menjadi alasan pemberhentian tersebut.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil selaku pemegang saham mayoritas menyatakan, pihaknya cukup puas dengan kinerja Bank bjb selama ini. Pertumbuhan kredit meningkat pesat, kredit macet juga bisa terkendali.

"Sehingga kami mengapresiasi, aham juga bagus Rp 1.900 hari ini menandakan confident pasar terhadap bjb besar. Apresiasi setinggi-tingginya pemilih saham senang," kata pria yang akrab disapa Emil, usai mengikuti RUPSLB Bank bjb, di Hotel Aryaduta, Bandung, Selasa (11/12/2018).


Namun, dalam RUPSLB tersebut para pemegang saham menilai ada potensi yang belum digarap maksimal oleh Bank bjb. Apalagi, lanjut Emil, pihaknya ingin menjadikan Bank bjb sebagai bank pembangunan sesuai dengan sejarah berdirinya bank tersebut.

"Kami para pemegang saham dan direksi menitipkan visi baru menjadi bank pembangunan. Untuk konsumer luar biasa. Tapi daerah butuh untuk bantuan. Kami titipkan visi baru ini untuk dijadikan konsep baru bangun bjb," ucapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga melihat Bank bjb selama ini belum terlalu maksimal dalam menyalurkan kredit untuk sektor UMKM.Berdasarkan catatanya, dari 100 persen kegiatan Bank bjb kurang lebih hanya 5 persen saja pendanaan yang menyentuh sektor UMKM.

Padahal ekonomi Jawa Barat ditopang salah satunya oleh sektor UMKM. Pihaknya ingin ke depan, Bank bjb bisa lebih melirik sektor UMKM minimal 40 persen dari total kegiatan bisnisnya.

"UMKM kurangg dioptimalkan. Dari 100 persen kegiatan bjb hanya 5 persen sekian kredit UMKM. Kami beri tantangan baru menjadi development bank dan (memaksimalkan pendanaan) mikro," ucapnya.


Untuk menjawab semua tantangan ke depan, pihaknya butuh sosok baru di tubuh direksi Bank bjb. Dengan penuh pertimbangan matang dan hasil kesepatakan akhirnya diputuskan Direktur Utama Ahmad Irfan diberhentikan dari jabatannya.

"Untuk itu, butuh sosok baru. Dirut diberhentikan, tapi boleh fit and proper lagi di tantangan baru ini. Tapi karena kita ingin fair kita buka diri dengan pihak lain yang punya pengalaman dengan warna baru," ujarnya.

Mantan Direktur Utama Bank bjb Ahmad Irfan menyampaikan rasa terima kasihnya selama empat tahun ini dipercaya sebagai puncak pimpinan di Bank bjb. Menurutnya proses penggantian ini adalah hal yang biasa.

"Saya ucapkan terima kasih atas kerja sama selama ini. Empat tahun ini bjb tumbuh pesat. Alhamdulillah saya lepas bjb dengan (kondisi) baik," ucapnya.

Disinggung akan mengikuti fit and proper tes yang akan digelar, Irfan belum memutuskannya. Dia akan melihat kondisi ke depan. "Nanti lihat ke depan saja lah ya," ujarnya. (mso/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed