Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 26 Apr 2019 18:47 WIB

Laporan Keuangan Garuda Untung, Rini: Operasional Masih Rugi

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Purwakarta - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dalam laporan keuangan 2018 meraup laba bersih US$ 809,85 ribu atau setara Rp 11,33 miliar (kurs Rp 14.000). Sayangnya itu hanya di atas kertas karena berasal dari piutang yang dimasukkan ke pos pendapatan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengakui bahwa secara pendapatan operasional Garuda masih rugi.

"Secara operasional memang kita masih rugi, itu memang kita masih rugi secara operasional," kata Rini ditemui di Purwakarta, Jumat (26/4/2019).


Rini mengakui memang masih ada hal yang harus dibereskan di tubuh Garuda untuk bisa benar-benar untung khususnya secara operasional.

"Kita mengakui dari Garuda ini pemberesannya kita harus bereskan banyak sekali. Jadi di tahun 2018 ini memang masih ada kerugian tapi kita bereskan," paparnya.

Namun Rini menegaskan bahwa kondisi Garuda mulai membaik. Apalagi setelah dilakukan sejumlah efisiensi mulai dari pengurangan direksi hingga komisaris.

"Kuartal pertama kedua itu sangat jelek, kuartal ketiga membaik sedikit, tapi kuartal keempat sudah bagus. Nah makanya kita lihat oke dengan begini kita harus terus jaga. Makanya salah satunya kenapa kita juga tekankan kita harus lebih efisien," ujarnya.


Dia menanggap apa yang telah dicapai Garuda di 2018 sudah positif di tengah industri penerbangan yang memang sedang kurang bagus.

"Sekarang gini, hampir semua perusahaan airline perhatikan saja di Indonesia sampai 2018 hampir semua rugi, AirAsia rugi, Sriwijaya rugi, semua rugi. Nah kita kuartal terakhir 2018 itu sudah bagus, Garuda sudah bagus," tambahnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed