Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 03 Okt 2019 19:45 WIB

Ini yang Bikin ORI016 Disebut Surat Utang 'Anti Asing'

Uji Sukma Medianti - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Pemerintah kembali menerbitkan obligasi negara ritel dengan seri ORI016. ORI016 merupakan seri pertama ORI yang diterbitkan secara online melalui sistem e-SBN.

Instrumen ini ditujukan khusus untuk investor individu Indonesia, jadi jangan harap perusahaan dan investor asing bisa beli ORI016.

"Artinya kalau diperbolehkan instrumen ini dibeli siapa saja pasti dibeli asing dan perusahaan. Tapi pemerintah tidak perbolehkan bahwa ini bukan untuk asing dan perusahaan," kata Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting di The Goods Dinner, Jakarta, beberapa waktu lalu.



Untuk ORI016 ini, pemerintah menargetkan bisa menghimpun dana sekitar Rp 9 triliun. Adapun, ORI016 merupakan SBN ritel ke-9 di tahun ini. Untuk 8 penerbitan yang sudah dilakukan sebelumnya, pemerintah berhasil menghimpun Rp 40,2 triliun. Tahun ini pemerintah menargetkan bisa menghimpun dana hingga Rp 60 triliun dari penerbitan SBN ritel.

"Rp 9 triliun untuk penerbitannya, memang ini berbeda dengan sebelumnya, SBR itu non tradable. Ini kan tradable, lebih likuid, jadi targetnya lebih besar," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman di The Goods Dinner beberapa waktu lalu.



Adapun, yang menarik dari ORI016 adalah dapat dijual di pasar sekunder sehingga pembeli dapat menikmati capital gain. Tingkat bunga tetap yang ditawarkan adalah sebesar 6,8% per tahun sampai dengan jatuh tempo pada 15 Oktober 2022.

Dengan minimum pemesanan sebesar Rp 1 juta dan maksimalnya Rp 3 miliar, pembayaran kuponnya akan dilakukan setiap bulan pada tanggal 15. Adapun pembayaran kupon pertama kali dilakukan pada 15 Desember 2019.

Simak Video "Asyik! UMP Tahun 2020 Naik 8,51%"
[Gambas:Video 20detik]
(ujm/ujm)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com