Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 03 Des 2019 18:01 WIB

Luhut Pede Dolar AS Bisa ke Rp 10.000, Yakin?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: Rachman Haryanto Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yakin nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) bisa kembali ke level Rp 10.000. Caranya dengan menggenjot ekspor dan menekan impor.

Menanggapi hal tersebut, Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih menilai bahwa hal itu tak mustahil. Lana kilas balik pada dolar AS di 1999.

Saat Presiden ke-3 RI, mendiang B.J. Habibie menjabat nilai tukar rupiah menjadi Rp 10.000. Lana bercerita bahwa pada pemerintahan Habibie nilai tukar rupiah dari Rp 16.000 bisa ditekan jauh ke bawah Rp 10.000.

"Saya ingat waktu zaman Almarhum Pak Habibie itu bisa ke Rp 9.000. Padahal waktu itu rupiah Rp 16.000 sejak zaman Pak Soeharto. Jadi bukan sesuatu yang mustahil," kata Lana kepada detikcom, Selasa (3/12/2019).

Menurutnya, sentimen global berpengaruh besar terhadap pergerakan pasar uang. Di kala Habibie membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi tahun 1998, sentimen global langsung positif dan mengerek nilai tukar rupiah dalam kurun waktu yang pendek, hanya satu tahun.

"Dalam waktu pendek bisa, sentimen sangat berpengaruh. Hanya di tahun 1998 Pak Harto turun, tahun 1999 bisa Rp 9.000 dari Rp 16.000 karena ada ekspektasi positif terhadap ekonomi Indonesia," jelas Lana.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Komentari Penusukan Wiranto, Luhut Pandjaitan: Jangan Dibesar-Besarkan"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com