Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 28 Des 2019 20:45 WIB

Jelang Tutup Tahun, ke Mana Arah IHSG?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ilustrasi/Foto: detikcom
Jakarta - Tahun 2020 tinggal menghitung hari. Ini artinya perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga tinggal sebentar lagi, yang akan berakhir di tanggal 31 Desember 2019 nanti.

Direktur PT. Anugerah Mega Investama Hans Kwee menjelaskan pada perdagangan akhir tahun biasanya pasar akan diwarnai oleh aksi Window Dressing. Aksi ini dilakukan oleh emiten biasanya dengan memoles laporan dan knerja perusahaan. Caranya dengan harga saham yang baik pada akhir tahun.

Fund manager reksa dana juga kerap kali melakukan hal ini. Misalnya dengan memberikan laporan terbaik kepada investor dengan mengeluarkan saham kurang baik dari portofolio dan kemudian menggantinya dengan yang berkinerja moncer.

"Aktivitas ini secara langsung membuat saham-saham tertentu yang berkinerja baik mengalami kenaikan. Dan beberapa saham lapis tiga yang dilepas mengalami tekanan harga," kata Hans dalam keterangannya, Sabtu (28/12/2019).

Dia menjelaskan, kondisi ini menyebabkan saham lapis ketiga tertekan dan saham bluechip mengalami kenaikan harga.

Kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) setiap bulan Desember selalu terjadi dan berkinerja positif. Investor dan pelaku pasar dapat memanfaatkan momentum ini untuk menarik keuntungan.

"Kenaikan pasar bulan Desember ini juga tidak lepas dari semakin dekatnya penandatangan fase awal antara China dan AS. Awalnya China memperlihatkan sikap maju mundur dan kurang antusias mengenai perjanjian perdagangan dibanding AS," imbuh dia.



Hans menyebut, pernyataan Beijing bahwa kontak dengan AS semakin dekat tak lama setelah Presiden Trump berkata tentang seremonial penandatanganan pakta perdagangan.

Langkah China yang akan memangkas tarif impor terhadap berbagai barang dari AS. Kementerian Keuangan China mengatakan mulai 1 Januari, akan menurunkan tarif impor pada lebih dari 850 produk, mulai dari daging babi beku hingga beberapa jenis semikonduktor.

China juga meningkatkan impor barang Amerika di tengah ekonomi yang melambat dan perang dagang dengan Amerika.

Beberapa data AS menunjukkan posisi tidak berubah mulai dari data Departemen Tenaga Kerja tentang klaim pengangguran mingguan AS turun 13.000 menjadi 222.000 lebih tinggi dari perkiraan 220.000.

Departemen Perdagangan AS juga mengonfirmasi kenaikan PDB AS kuartal ketiga, diprediksi naik 2,1% (yoy), tidak berubah dari perkiraan November lalu.

"Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed tidak akan menurunkan atau menaikkan suku bunga waktu dekat," jelas dia.

Untuk itu, prediksinya akhir tahun IHSG sangat mungkin di tutup di level 6350. Pelaku pasar direkomendasikan melakukan SOS ketika pasar mengalami kenaikan.

"Support IHSG ada di level 6.300 sampai 6.270 dan resistance di level 6.348 sampai 6.370," katanya.



Simak Video " Ari Askhara Dipecat, Kementerian BUMN: Saham Garuda Pasti Naik!"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com