Rupiah, Emas, hingga IHSG Keok Dilibas Corona

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Sabtu, 14 Mar 2020 10:45 WIB
Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,77%.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Meluasnya wabah virus Corona COVID-19 ke berbagai negara membawa dampak buruk untuk ekonomi di berbagai negara. Di Tanah Air, virus corona telah memberi sentimen negatif terhadap banyak sektor.

Di bidang moneter, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah terus menguat. Penguatan dolar terjadi hingga sore kemarin meski tak separah pagi harinya.

Mengutip perdagangan Reuters, Jumat (13/3/2020) pukul 15.10 WIB, dolar AS berada di level Rp 14.650 atau menguat 140 poin (0,96%). Dolar AS bergerak di level antara Rp 14.533 hingga Rp 14.835.

Paginya, dolar berada di level Rp 14.810. Dolar menguat sebanyak 300 poin atau 2%. Pada pukul 09.55 WIB, dolar AS tercatat bergerak di level Rp 14.533-14.810.

Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada level 4.898,50 menguat 2,7 poin (0,056%) pada pukul 15.21.

Hanya berselang beberapa menit, IHSG kembali ke zona merah. Pada pukul 15.29, IHSG berada di level 4.877,10 atau turun 18,6 poin (0,381%).

Cukup dramatis, IHSG akhirnya bertengger di zona hijau saat penutupan. IHSG menguat 11,8 poin (0,2%) ke level 4.907.

Selanjutnya
Halaman
1 2