ADVERTISEMENT

Rupiah 'Berotot' Lagi, Dolar AS Digencet ke Rp 13.810

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 09 Jun 2020 09:20 WIB
Merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menembus Rp 13.000,- menjadi alarm buat investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun masuk dalam tren melemah yang cukup parah dalam beberapa hari terakhir. Seorang nasabah tengah menukar mata uang dolar di Bank CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (16/06/2015). Rengga Sancaya/detikcom.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 13.810. Angka ini lebih rendah dibandingkan posisi penutupan perdagangan kemarin di level Rp 13.900-an.

Demikian dikutip dari data perdagangan Reuters, Selasa (9/6/2020). Hingga pukul 09.15 WIB, dolar AS tercatat bergerak di rentang Rp 13.810-13.900.

Penguatan rupiah terhadap dolar AS terpantau sejak awal Juni ini. Sentimen perbaikan ekonomi tampaknya menjadi pendorong penguatan rupiah sejak akan dimulainya era new normal.

Dari data RTI, dolar AS pagi ini melemah 95 poin atau 0,6%. Nilai tukar dolar AS ada di level Rp 13.850.

Dalam seminggu terakhir, penguatan rupiah terhadap dolar AS mencapai 3,9%. Sementara dalam sebulan, penguatan rupiah mencapai 7% terhadap dolar AS.

Pagi ini, dolar AS juga melemah terhadap dolar Australia, euro, poundsterling, dan yen Jepang. Sebaliknya unggul terhadap yuan China dan dolar Singapura.

Sementara rupiah pagi ini meski unggul terhadap mata uang Paman Sam, namun keok terhadap mayoritas mata uang dunia.



Simak Video "Duh! Rupiah Makin Keok, Dolar AS Nyaris Rp 15.000"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT