Pasar Saham Asia Paling Potensial untuk Investasi Usai Corona

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 11 Jun 2020 17:47 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Saham Amerika Serikat berangsur pulih setelah anjlok akibat virus Corona. Kini banyak orang kembali berinvestasi untuk mendapatkan keuntungan dan memulihkan keuangan. S&P 500 menghapus kerugian 2020 dan Nasdaq Composite mencapai rekor baru pada Senin lalu. Padahal AS sempat diprekdiksi akan memasuki masa resesi.

Namun, di samping saham AS berangsur pulih nilai dolar AS masih terbilang jatuh di tengah stimulus bank central. Hal ini bisa menjadi peluang bagi pasar investasi di Asia.

UBS Global Wealth Management mengatakan Asia adalah satu-satunya wilayah yang berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan atau ekuitas yang positif tahun ini.

Menurut Freddy Lim, salah satu pendiri dan kepala investasi StashAway mengatakan ada peluang bagus bagi mata uang Asia yang akan mengunguli dolar AS selama 18 hingga 24 bulan ke depan. Salah satunya kekayaan digital yang berkembang di Singapura yang dapat menjadi sebuah aset menguntungkan di kawasan Asia.

Menurut Kepala Kekayaan & Internasional HSBC Singapura, Ian Yim pasa-pasar saham utama Asia, seperti Straits Times Index Singapura tampak menarik dan menawarkan akses berkualitas tinggi. Pasar industri Asia lainnya, seperti Korea Selatan, Hong Kong, Taiwan, dan Cina, juga memiliki daya tarik yang relatif tinggi.

"Selain dinilai menarik, mereka memiliki eksposur yang lebih rendah terhadap komoditas dan minyak, dan telah membuktikan diri mereka lebih siap untuk mengatasi krisis virus Corona," kata Yim. Dikutip dari CNBC, Kamis (11/6/2020).

Di luar pasar saham, investasi lain di Asia pun menjanjikan. Seperti obligasi pendapatan tetap di Asia yang diprediksi bernasib baik, mengingat respon virus Corona di negara kawasan Asia lebih cepat.

"Untuk obligasi, secara regional, kami melihat nilai di Asia akan mendapatkan hasil yang meningkat," kata Samuel Rhee, Kominsaris dan Kepala Investasi Endowus yang berbasis di Singapura.


Sebelum memanfaatkan peluang investasi apa pun, penting untuk membuat strategi. Menjabarkan tujuan keuangan dan seberapa besar kemampuan berinvestasi adalah cara yang tempat untuk memulai investasi. Saat ini banyak manajer keuangan yang tersedia secara online untuk membantu orang merencanakan investasinya. Selain itu, berinvestsi telah tersedia di berbagai aplikasi digital yang secara dikelola secara otomatis.



Simak Video "Jokowi Minta Seluruh Kementerian Segera Belanjakan Anggaran!"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)