Mau Investasi? Begini Cara Pilih Saham di Tengah Corona

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 28 Jun 2020 18:45 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Situasi pasar saham di tengah kondisi pandemi Corona dinilai bisa menjadi peluang bagi para investor pemula. Pasalnya menurut CEO Investor Muda Jason Gozali banyak saham yang nilainya jatuh dan menjadi murah untuk dibeli para investor pemula.

Dia menilai krisis seperti ini tidak akan terjadi setiap waktu. Dia menilai apabila membeli saham saat krisis seperti ini bisa menjadi peluang untuk menang banyak saat kondisi pulih dari krisis.

"Namanya krisis keuangan itu nggak datang setiap hari, itu hal langka dan tiba-tiba dan sesekali jangka panjang, 8-10 tahun. Jadi kalau kita beli pas krisis, peluang menang lebih besar daripada kondisi normal, karena harga saham, properti, berada di level lebih rendah," ungkap Jason dalam talkshow bersama Gugus Tugas COVID-19 yang disiarkan di YouTube BNPB, Minggu (28/6/2020).

Dalam investasi saham di tengah kondisi pandemi, Jason memaparkan dua strategi. Pertama adalah membeli saham yang masih kuat, saham yang perusahaannya mampu bertahan di tengah Corona. Saham ini dinilai aman dan beresiko rendah, untuk itu harganya masih lumayan mahal.

"Secara garis besar ada dua strategi, beli aja saham yang bisnisnya nggak terdampak sama sekali sama COVID-19 misal perusahaan telekomunikasi atau makanan kayak Indomie. Cuma jangan harap diskon besar karena saham mereka cenderung aman sekarang," ungkap Jason.

Kalau mau lebih untung, masuk ke strategi kedua, menginvestasikan saham di perusahaan yang bisnisnya benar-benar hancur karena Corona. Keuntungannya saham-saham seperti ini sangat murah untuk dimiliki, namun resikonya besar mengingat COVID-19 memberikan ketidakpastian.

"Kedua bisa cari saham yang bisnisnya benar-benar terdampak, kayak travel misalnya Garuda Indonesia, atau properti yang punya banyak mal, bisa juga ke ritel. Kan harganya jatuh luar biasa murah tuh," papar Jason.

Hanya saja Jason mengingatkan, untuk strategi kedua investor mesti pandai memilih dan mencari informasi soal keberlangsungan perusahaan yang dibeli sahamnya. Apabila keuangan perusahaan tersebut cukup kuat bukan tidak mungkin selesai Corona investor bakal mendapat untung besar.

"Tinggal dipilih mana perusahaan yang terdampak setahun ke depan dengan asumsi nggak ada omset perusahaan bisa bertahan. Nanti, ketika Corona pulih dan balik lagi normal, jadinya untung besar. Jadi kalau mau cari bisnis yang terdampak, cari yang pemegang sahamnya kuat, uangnya masih banyak," jelas Jason.



Simak Video "Ingin Investasi di Tengah Pandemi? Ini Tips dari Sandiaga"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)