Dihantam Corona, Wells Fargo Rugi Hingga US$ 2,5 Miliar

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 15 Jul 2020 09:12 WIB
Dolar AS
Foto: Dolar AS/
Jakarta -

Wells Fargo mencatatkan kerugian pada kuartal pertama karena perlambatan ekonomi yang hebat. Tekanan ekonomi ini membuat bank berupaya untuk melakukan efisiensi dengan memangkas pembayaran dividen hingga 80%.

Mengutip CNN disebutkan Wells Fargo mencatat lonjakan biaya untuk kredit karena bank tak mampu prediksi perekonomian di tengah pandemi.

Pada kuartal II ini Wells Fargo juga menderita kerugian hingga US$ 2,5 miliar. Harga saham juga merosot hingga 66 sen per saham, lebih parah dibanding prediksi sebelumnya.

"Ini adalah kerugian pertama Wells Fargo sejak akhir 2008. Pendapatan turun 18% menjadi US$ 17,8 miliar," kata CEO Wells Fargo Charlie Scharf dikutip dari CNN, Rabu (15/7/2020).

Dia menyampaikan saat ini Wells Fargo adalah bank pertama yang mengakui dalam kondisi kesulitan saat memasuki krisis.

Para investor juga mengaku khawatir karena merosotnya harga saham Wells Fargo hingga 6% dalam perdagangan sebelumnya.

Kondisi ekonomi yang tidak menentu memaksa Wells Fargo untuk meningkatkan pencadangan kredit hingga US$ 8,4 miliar pada kuartal pertama. Pencadangan ini utamanya untuk kredit real estat komersial dan residensial.

"Kondisi ekonomi saat ini sangat berat dan lebih buruk dari asumsi kami sebelumnya," kata dia.

Analis dari Edward Jones, Kyle Sanders menjelaskan angka yang dikeluarkan Wells Fargo adalah pencadangan terbesar sejak 2008 lalu.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Sri Mulyani Pastikan Ekonomi Indonesia Belum Resesi!"
[Gambas:Video 20detik]