Fintech Jack Ma IPO di Dua Tempat Sekaligus, Valuasinya Rp 2.100 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 21 Jul 2020 11:39 WIB
Virus Corona Terus Menyebar, Bursa Saham Asia Terjun Bebas
Ilustrasi/Foto: DW (News)
Jakarta -

Salah satu perusahaan fintech asal China, Ant Group memilih menawarkan saham perdananya (initial public offering/IPO) di Hong Kong dan Shanghai. Ant Group terafiliasi dengan raksasa e-commerce Alibaba yang didirikan Jack Ma yang meraup US$ 25 miliar atau Rp 350 triliun (kurs Rp 14.000) ketika diperdagangkan sahamnya di Wall Street 2014 lalu. Angka ini menjadi IPO tertinggi.

Ant sebagai induk Alipay, salah satu aplikasi pembayaran paling populer di China yang menawarkan layanan keuangan online seperti pinjaman, investasi, dan sistem penilaian kredit. Perusahaan yang berbasis di Hangzhou ini bernilai sekitar US$ 150 miliar atau setara Rp 2.100 triliun (kurs Rp 14.000).

Perusahaan yang berafiliasi dengan raksasa e-commerce, Alibaba pernah mengangkat rekor IPO senilai US$ 25 miliar setara Rp 368 triliun (kurs 14.700) dalam debut di Wall Street pada 2014. Nilai itu masih IPO terbesar kedua di dunia hingga saat ini.

Direktur Eksekutif Ant Group Eric Jing mengatakan bahwa langkah ini mengisyaratkan langkahnya untuk IPO Hong Kong dan China.

"Langkah-langkah inovatif yang diterapkan oleh pasar saham Shanghai dan Hong Kong telah membuka pintu bagi investor global untuk mengakses perusahaan teknologi terdepan dari ekonomi paling dinamis di dunia. Kini perusahaan tersebut memiliki akses yang lebih besar ke pasar modal," kata Eric dikutip dari CNN, Selasa (22/7/2020).

Hal ini memungkinkan perusahaan menjual sahamnya di dua tempat sekaligus (dual listing) di Hong Kong dan Shanghai sekaligus. Diperkirakan ini menjadi pencatatan saham terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

IPO Ant akan mengikuti serangkaian penawaran umum terkemuka di Shanghai dan Hong Kong. Namun, Ant Group tidak memberikan detail kapan IPO berlangsung. Ketika dimintai konfirmasi juru bicara Ant menolak berkomentar.

Selain menjadi langkah besar menarik investor global, hal itu dilakukan untuk menghindar dari bursa perdagangan saham di Wall Street Amerika Serikat (AS). Mengingat geopolitik atau perang dagang antara China dan AS membuat perusahaan China diawasi ketat.



Simak Video "Jack Ma Bicara Soal Kunci Sukses Lawan Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)