Terendus! Peran Bandar di Saham LUCK yang Bikin Rugi Klien Jouska

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 27 Jul 2020 14:30 WIB
Aakar Abyasa Fidzuno, CEO dan Founder Jouska Indonesia
Foto: Aakar Abyasa Fidzuno, CEO dan Founder Jouska Indonesia (istimewa/IG Aakar Abyasa)
Jakarta -

PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska ID) berakhir penutupan operasional, setelah Satgas Waspada Investasi melakukan pemeriksaan. Alasan utamanya perusahaan ini tidak memiliki izin untuk melakukan kegiatan sebagai perencana keuangan maupun manajer investasi.

Kasus Jouska ID ini muncul setelah banyak kliennya yang merasa dirugikan. Mereka menitipkan uangnya untuk dikelola oleh Jouska ID di pasar modal.

Menariknya, kebanyakan dari klien yang teriak di Twitter memiliki kasus yang sama. Mereka semua rugi dari investasi pembelian saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk dengan kode LUCK.

Selain itu, mereka semua juga membeli saham LUCK melalui sekuritas yang sama yakni PT Phillip Sekuritas. Ternyata memang Jouska selalu mengarahkan kliennya untuk membuka Rekening Dana Nasabah di sekuritas yang berkode broker KK itu dengan aplikasi trading bernama POEMS.

Menariknya lagi, pihak Jouska disebut memiliki akses untuk transaksi di akun kliennya. Beberapa dari kliennya juga mengaku sudah meminta Jouska menjual saham LUCK tapi tak ditanggapi.

Saham LUCK sendiri pertama kali dicatatkan pada 28 November 2018 dengan harga penawaran Rp 285 per lembar. Saham ini memang sempat menguat tinggi hingga Rp 2.000-an, tapi sekarang nilai saham menyusut drastis tinggal Rp 300-an per lembar saham dan terus menurun.

Founder Komunitas Wiguna Investment, Fransiskus Wiguna pada 24 Juli 2020 kemarin mengunggah konten video di akun Youtube-nya berjudul 'Modal 174.000 Lot, Bandar #LUCK Untung Besar'. Dalam video berdurasi 35 menit itu Fransiskus menjelaskan tentang adanya indikasi permainan bandar dalam pergerakan saham LUCK.

lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2