RI-Jepang Transaksi Dagang Pakai Mata Uang Lokal, Apa Untungnya?

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 01 Sep 2020 13:05 WIB
Uang Kertas Yen jepang. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

RI dan pemerintah Jepang resmi menggunakan mata uang lokal (local currency settlement/ LCS) dalam transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung. Dengan begitu transaksi kedua negara kini tidak lagi bergantung dengan dolar AS dan dapat dibayar menggunakan mata uang lokal masing-masing negara.

Lalu, apa sih manfaat yang bisa diperoleh kedua negara bila lepas dari dolar AS dan menggunakan mata uang lokal masing-masing dalam transaksi bilateralnya?

Menurut Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede salah satu manfaat yang bisa dirasakan langsung tentunya memperkuat hubungan dagang kedua negara tersebut. Hal ini juga menguntungkan bagi Indonesia, sebab Jepang adalah salah satu dari 5 negara penyumbang ekspor terbesar buat RI. Dari sisi Jepang pun, ekspor dan impor Indonesia termasuk salah satu dari 10 negara dengan kontribusi tertinggi.

"Kerjasama Indonesia Jepang terkait dengan penggunaan mata uang lokal diperkirakan akan membantu kelancaran perdagangan kedua belah pihak," ujar Josua kepada detikcom, Selasa (1/9/2020).

Apalagi, secara umum, neraca dagang Indonesia cenderung surplus terhadap Jepang, dengan artian bahwa ekspor Indonesia ke Jepang lebih tinggi dibandingkan dengan impor dari Jepang. Adapun produk yang menyumbang ekspor yang signifikan ke Jepang adalah batu bara serta gas alam.

Dengan kondisi demikian, dengan kerjasama tanpa melalui perantara mata uang dolar AS akan cenderung mendorong penguatan Rupiah seiring dengan kenaikan permintaan akan Rupiah bagi Jepang untuk melakukan pembelian dari Indonesia.

"Dari sisi Jepang, hal ini juga akan membantu pelemahan dari Yen yang terlalu kuat. Dengan adanya simbiosis mutualisme dari perjanjian ini, volatilitas Rupiah diperkirakan akan turun ke depannya," katanya.

Hal serupa diperkuat oleh Ekonom di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira. Menurut Bhima, transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal bisa menekan ongkos perdagangan itu sendiri.

"Ketika transaksi menggunakan yen dan rupiah maka investor maupun pemerintah diuntungkan dengan biaya transaksi yang lebih murah. Tidak perlu double konversi, pertama ke dolar AS kemudian ke mata uang lokal," kata Bhima.

Di sisi lain, kedua negara juga diuntungkan saat hendak membayar cicilan pokok dan bunga pinjaman ke Jepang.

"Dari sisi resiko juga untungkan pemerintah ketika membayar cicilan pokok dan bunga rutin pinjaman tidak terjadi currency miss match yang berlebihan," tambahnya.

Untuk diketahui, kesepakatan penggunaan mata uang lokal rupiah dan yen tersebut resmi berlaku sejak Senin (31/8) kemarin. Kesepakatan dibuat antara Kementerian Keuangan Jepang dan BI. Keduanya resmi memulai implementasi kerangka kerja tersebut untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung antara Indonesia dan Jepang.

Kerangka kerja ini disusun berdasarkan nota kesepahaman yang ditandatangani oleh BI dan Kementerian Keuangan Jepang pada 5 Desember 2019 lalu.



Simak Video "Pagi Ini, Dolar AS 'Perkasa' Tapi Dibungkam Rupiah"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)