Saham Nike Meroket Gara-gara Penjualan Online Melesat

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2020 10:15 WIB
NEW YORK, NY - FEBRUARY 27:  A detailed view of the Nike Air Yeezy 2 Red October sneaker on February 27, 2014 in New York City. The Kanye West collaboration is presently reselling for thousands of dollars .  (Photo by Mike Lawrie/Getty Images)
Nike/Foto: Getty Images
Jakarta -

Saham Nike melonjak 13% pada perdagangan Selasa. Lompatan ini dipengaruhi oleh meningkatnya penjualan online yang tembus sampai 82%.

Seperti diberitakan CNBC, Rabu (23/9/2020), perusahaan memanfaatkan pandemi untuk mempercepat bisnis digitalnya. Sejalan dengan itu, divisi pakaian wanita juga tumbuh 200%.

Saat orang tua menimbun barang untuk menghadapi musim sekolah dan bisnisnya kembali pulih di pasar utama seperti China, merek Jordan Nike kini terlihat lebih kuat dari sebelumnya.

Perusahaan juga menawarkan prospek baru untuk tahun 2021, mengharapkan penjualan naik satu digit menjadi dua digit dari tahun sebelumnya.

"Kami tahu bahwa digital adalah normal baru. Konsumen saat ini didasarkan pada digital dan tidak akan kembali lagi," kata CEO John Donahoe.

Sebelumnya, laba bersih Nike naik menjadi US$ 1,52 miliar atau 95 sen per saham, dari US$ 1,37 miliar atau 86 sen per saham tahun sebelumnya. Angka itu lebih baik daripada yang diperkirakan oleh para analis 47 sen per saham.

Pendapatan Nike turun 0,6% menjadi US$ 10,59 miliar dari US$ 10,66 miliar setahun sebelumnya, tetapi melampaui perkiraan analis sebesar US$ 9,15 miliar.

Penjualan di China naik 6%, sementara pendapatan di Amerika Utara pasar terbesar Nike turun 2%. Tapi, penjualan Amerika Utara sebesar US$ 4,23 miliar masih di atas prediksi analis sebesar US$ 3,39 miliar.

Hasil terbarunya merupakan pembalikan yang kuat bagi Nike setelah mengalami penurunan yang lebih besar pada kuartal terakhir. Pada akhir Juni, Nike melaporkan kerugian tak terduga karena pendapatannya anjlok 38%. Hal itu merupakan dampak penutupan sementara toko selama pandemi.

(acd/ara)