Saham Energi dan Keuangan Hijau, Wall Street Ditutup Perkasa

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 29 Sep 2020 09:44 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (28/9) kemarin ditandai dengan 3 indeks utamanya yang melesat tajam di awal perdagangan pekan ini.

Penyebabnya karena investor tengah mencari saham di sektor-sektor yang paling terpukul oleh resesi akibat pandemi virus Corona (COVID-19). Adapun sektor-sektor yang dimaksud adalah sektor energi dan keuangan yang selama ini selalu tertekan oleh kekhawatiran pandemi COVID-19.

Dikutip dari Reuters, Dow Jones Industrial Average ditutup naik 410,1 poin atau 1,51% ke 27.584,06. Indeks S&P 500 pun menguat 53,14 poin atau 1,61% menjadi 3.351,6 dan indeks Nasdaq Composite juga naik 203,96 poin atau 1,87% ke 11.117,53.

Ketiga indeks saham utama AS tersebut membuat keuntungan yang solid setelah penurunan mingguan terpanjang dalam lebih dari setahun untuk indeks S&P 500 dan Dow Jones di pekan lalu.

Pada perdagangan kali ini, sektor energi dan keuangan, yang biasanya terkena pukulan paling parah dari penutupan ekonomi akibat pandemi, menikmati persentase kenaikan terbesar di antara sektor-sektor utama S&P 500 lainnya.

"Pasar saat ini dipimpin oleh energi dan keuangan, tetapi ini adalah pasar yang sangat seimbang. Setiap sektor berpartisipasi dalam reli ini," ujar Tim Ghriskey, Chief Investment Strategist Inverness Counsel di New York dikutip dari Reuters, Selasa (29/9/2020).

Walau mengalami penguatan, namun ketiga indeks utama ini masih dalam pemulihan setelah pasar terjun bebas akibat kebijakan lockdown terkait pandemi virus corona.

Kuartal ketiga juga akan ditutup Rabu (30/9) besok dan meskipun diperkirakan mengalami kerugian pada September, indeks S&P dan Nasdaq berada di jalur untuk kemenangan beruntun dua kuartal terbaik mereka, masing-masing sejak 2009 dan 2000.

Keunggulan saham Apple Inc dan Amazon.com sekali lagi memberikan dorongan terbesar untuk indeks S&P 500 dan Nasdaq pada hari ini. Sayangnya, kabar dari kurangnya vaksin COVID-19 dan paket stimulus fiskal tambahan dari Washington telah membebani pasar dalam sesi terakhir.

Tetapi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi mengatakan, dalam wawancara MSNBC bahwa pembicaraan stimulus dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin akan dilanjutkan. Dia pun menunjukkan kemungkinan adanya kemajuan untuk mengakhiri kebuntuan yang terjadi.

"Saya tidak yakin ada kemungkinan hal itu terjadi sebelum akhir tahun, tetapi itu ada di berita dan memberikan kepercayaan beberapa pedagang," kata Ghriskey.



Simak Video "Wall Street Ikut 'Terinfeksi' Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)