Trump Positif Corona, IHSG Diprediksi Merosot Pekan Depan

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 02 Okt 2020 17:44 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Sentimen negatif dari kabar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bisa sampai ke Indonesia. Pasar modal Indonesia hari ini pun berada di teritori negatif.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup turun 43,36 poin atau 0,87% ke posisi 4.926. Kejatuhan IHSG terdalam hari ini terjadi di sesi II.

Menurut Deputy Head of Research, Sinarmas Sekuritas, Richard Suherman, berita Trump positif COVID-19 memberikan sentimen negatif jangka pendek untuk pasar modal AS dan global. Sebab kondisi itu menimbulkan ketidakpastian baru dalam pemilu AS yang akan dilakukan kurang dari 1 bulan ini.

"Hal ini juga dapat meningkatkan kekhawatiran lagi terhadap pandemi COVID-19. Akan tetapi, kita tetap perlu melihat bahwa perkembangan vaksin sudah jauh lebih maju dan tenaga medis juga semakin ahli dalam menangani penyakit ini sehingga ini seharusnya ini bisa membantu mempercepat pemulihan kesehatan Presiden AS," tuturnya, Jumat (2/10/2020).

Meski sentimen ini bersifat jangka pendek, menurutnya kejadian ini memiliki dampak yang minimal terhadap ekonomi Indonesia.

"Di jangka panjang, pasar modal akan bergerak mengikuti fundamental dan earnings walaupun mungkin dalam jangka pendek ini akan menjadi lebih volatile karena ketidakpastian di US market," tambahnya.

Sementara Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan, pelemahan IHSG hari ini memang didorong oleh kecemasan investor terkait kabar positifnya Trump.

"Investor melihat ini akan mempengaruhi kondisi politik dan ekonomi di Amerika Serikat," tuturnya.

Oleh karena itu dia memprediksi di perdagangan awal pekan depan IHSG akan kembali melemah. Dia memproyeksikan dalam rentang resistance 5-017-4.971 dan support 4.880-4.835.

"IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal pergerakan gagal membentuk formasi double bottom sempurna dan kembali bergerak pada trend konsolidasi. Pergerakan pada awal pekan diperkirakan masih akan minim sentimen pendorong. Dari dalam negeri jumlah kasus COVID-19 secara harian juga masih mencemaskan," ucapnya.

Tonton video 'Positif Corona, Begini Kondisi Donald Trump Saat Ini':

[Gambas:Video 20detik]



(das/ara)