Waskita Bayar Utang Jatuh Tempo Rp 1,37 T

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 06 Okt 2020 15:06 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah menyelesaikan kewajiban pembayaran obligasi senilai Rp 1,37 triliun. Utang yang jatuh tempo pada 6 Oktober 2020 tersebut merupakan Obligasi Berkelanjutan Tahap III Waskita Karya Tahap I Tahun 2017 Seri A dengan tenor 3 tahun.

Senior Vice President Corporate Secretary Waskita, Ratna Ningrum menjelaskan bahwa dana tersebut sudah efektif masuk di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Senin siang.

"Kami sudah mendapatkan konfirmasi dana efektif dari pihak KSEI, dan selanjutnya akan didistribusikan oleh KSEI kepada para pemegang obligasi pada Selasa," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2020).

Ratna menjelaskan dana pelunasan pokok obligasi tersebut bersumber dari kas internal dan fasilitas perbankan perusahaan. Ratna mengatakan Waskita juga sudah mempersiapkan dana untuk pelunasan obligasi senilai Rp 1,15 triliun yang akan jatuh tempo pada 16 Oktober 2020.

"Dananya akan kami transfer ke KSEI paling lambat tanggal 15 Oktober pukul 14.00 WIB," ujarnya.

Lebih lanjut, Ratna bilang, dengan adanya penyelesaian kewajiban tersebut tidak mengganggu likuiditas Waskita di tengah banyaknya ketidakpastian lingkungan bisnis akibat adanya pandemi COVID-19.

"Fokus kami saat ini adalah penguatan kemampuan keuangan melalui percepatan penerimaan termin proyek konstruksi dan pelepasan saham pada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT)," jelasnya.

Ratna juga mengatakan, Waskita masih mendapatkan dukungan dari perbankan khususnya Bank BUMN atau Himbara.

"Saat ini kami masih memiliki fasilitas kredit bank yang cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan modal kerja jangka pendek," kata Ratna.

(acd/fdl)