Omnibus Law Banjir Protes, IHSG Dibuka Melemah

Zulfi Suhendra - detikFinance
Rabu, 07 Okt 2020 09:15 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka di zona merah. IHSG melemah pasca serangkaian protes di berbagai daerah terhadap disahkannya Omnibus Law Ciptaker.

Pada pembukaan perdagangan Rabu (7/10/2020), IHSG melemah 26 poin (0,54%) ke 4.927,247. Indeks LQ45 juga melemah 3,266 poin (0,44%) ke 760,779.

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini berada di level Rp 14.693.

Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 27,772.76 (-1.34%), NASDAQ ditutup 11,154.60 (-1.57%), S&P 500 ditutup 3,360.95 (-1.40%). Bursa saham US ditutup melemah setelah Trump memberikan instruksi untuk menghentikan negosiasi untuk dana stimulus covid-19 sebesar US$2.4 tn dengan tuduhan dana tersebut untuk membebaskan kriminal yang terkait dengan demokrat.

Selain itu Trump mengatakan akan memberikan stimulus yang cukup besar apabila terpilih menjadi presiden lagi. Hal ini dinilai investor bertentangan dengan The Fed yang mengatakan bahwa ekonomi US membutuhkan stimulus untuk bertahan. Bursa saham di Asia dibuka melemah seluruhnya setelah respon dari Presiden Trump tersebut.

Berikut pergerakan Bursa Asia pagi ini:

Indeks Nikkei 225 melemah 27 poin ke 23.406
Indeks Hang Seng menguat 147 poin ke 24.127
Indeks Shanghai belum ada perdagangan
Indeks Strait Times naik 0,98 poin ke 2.530



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)