Diwarnai Aksi Ambil Untung, Saham BRIS Merosot Usai Meroket Tajam

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 16 Okt 2020 12:10 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Harga saham PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) anjlok usai naik tajam dalam beberapa hari terakhir. Per hari ini saja, saham BRIS tercatat turun 90 poin atau 6,87% ke level 1.220.

Dilihat dari data perdagangan RTI, Jumat (16/10/2020), saham BRIS turun 90 poin ke level Rp 1.220 per saham. Pada penutupan perdagangan Kamis kemarin, saham BRIS tercatat ditutup pada level Rp 1.310.

Saham BRIS sendiri dibuka pada level Rp 1.250 hari ini. Nilai transaksi saham BRIS berada di angka Rp 88,5 miliar dan volume perdagangan 72,4 juta lembar saham.

Menurut Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali anjloknya harga saham BRIS ini dinilai wajar. Menurutnya, hal ini adalah pergerakan harian yang normal di pasar modal.

Setelah mengalami penguatan beberapa hari, investor mulai menjual sahamnya kembali untuk mengambil keuntungan.

"Cukup wajar untuk pergerakan harian. Karena sudah beberapa hari mengalami penguatan, tentunya akan ada koreksi, karena investor ingin taking profit," ujar Frederik kepada detikcom.

Sebelumnya, saham BRIS sempat melesat hingga 25% hal itu terjadi karena adanya merger atau penggabungan 3 Bank BUMN syariah.

(eds/eds)