Matahari Tutup 7 Toko Gara-gara Corona, Ini Dia Lokasinya

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2020 21:50 WIB
Sektor usaha termasuk ritel tak luput dari hantaman pandemi COVID-19. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) bahkan merugi hingga Rp 617 miliar akibat pandemi.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna

Pendapatan emiten ritel itu sepanjang tahun ini terus melaporkan rapot merah. Tahun ini, perseroan hanya mampu memperoleh penjualan kotor sebesar Rp 5,9 triliun alias anjlok sebanyak 57,6% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pendapatan bersihnya pun merosot 57,5% menjadi Rp 3,3 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu.

Matahari mengaku sudah mulai pulih secara stabil pada Juli, Agustus, dan hingga pertengahan September lalu. Namun, ketika pada tanggal 14 September, PSBB diimplementasikan kembali di Jakarta dan adanya pembatasan operasional di lokasi lainnya, menyebabkan perseroan menutup beberapa gerainya untuk sementara, sehingga memperlambat kinerja emiten pada kuartal tersebut.

Untuk mengurangi dampak pandemi, perseroan mengklaim telah mengupayakan berbagai pengetatan biaya, termasuk negosiasi untuk memperoleh keringanan sewa yang menghasilkan penurunan beban operasional sebesar 26,2% pada kuartal ketiga dan 29,3% pada periode Januari-September 2020.

Perseroan juga sempat melakukan pengurangan karyawan hingga pemotongan gaji. Awalnya total karyawan tetap dan tidak tetap Matahari per Desember 2019 mencapai 14.044 orang. Namun, pada awal Juni 2020 lalu jumlahnya menjadi 12.080 atau berkurang 1.964 orang.

Soal gaji karyawan, emiten berkode saham LPPF ini bertekad bakal memulihkan gaji seluruh karyawannya paling lambat kuartal VI-2020 mendatang.

Halaman

(hns/hns)