Bursa Saham AS Dibuka Variatif, Ini Pemicunya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2020 21:15 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Wall Street dibuka bergerak variatif pada Jumat (23/10/2020). Hal ini terjadi karena investor berekspektasi pada stimulus Corona yang akan diberikan oleh Pemerintah Amerika Serikat.

Mengutip Reuters rencana bantuan dari pemerintah ini akan diberikan sebelum pemilihan presiden pada 3 November mendatang. Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebesar 45,99 poin atau 0,16% menjadi 28.409,65.

Kemudian indeks S&P 500 dibuka lebih tinggi sebesar 11,41 poin atau 0,33% pada 3.464,90. Kemudian Nasdaq terbebani oleh produsen chip Intel Corporation karena adanya penurunan margin karena konsumen saat ini cenderung memilih laptop dengan harga yang lebih murah.

Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows mengungkapkan pada Kamis malam dilakukan negosiasi dengan anggota parlemen terkait bantuan atau stimulus saat pandemi.

Jumlahnya sat ini sudah mencapai US$ 1,9 triliun. "Pembicaraan tentang stimulus masih terus berlangsung, hingga pasar berekspektasi tinggi jika bantuan bisa cair sebelum pemilihan," kata Anggota Great Hill Capital LC di New York Thomas Hayes.

Musim laporan keuangan perusahaan kuartal III ini juga sedang berlangsung. 84% dari 126 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan masih mencatatkan angka di atas target.

Misalnya Gilead Sciences Inc yang naik 4% karena obat antivirus remsidivir menjadi obat pertama dan satu-satunya yang disetujui pihak rumah sakit untuk perawatan di Amerika Serikat.

Sementara itu American Express tercatat turun 2% karena perkiraan laba meleset dari target. Hal ini terjadi karena banyak pemegang kartu kredit yang tidak menggunakan fasilitas karena adanya COVID-19.

(kil/hns)