Jelang Pemilu AS, Rupiah Diprediksi Berotot

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 27 Okt 2020 14:07 WIB
Melanjutkan tren positif sejak Selasa kemarin, nilai tukar rupiah menguat melawan dolar AS.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi menguat menjelang pemilihan umum (pemilu) di Negeri Paman Sam. Rupiah diyakini bisa terus menguat bahkan setelah pengumuman pemilu AS pekan depan, memungkinkan rupiah menjadi mata uang terbaik di Asia.

"Rupiah kemungkinan besar, di perdagangan hari ini pun akan menguat bahkan minggu-minggu depan pun rupiah akan tetap menguat bisa saja menjadi salah satu mata uang terbaik di Asia," ujar Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi kepada detikcom, Selasa (27/10/2020).

Penguatan ini bisa terjadi karena adanya optimisme pelaku pasar terhadap proyeksi data ekonomi RI yang diramal bakal mengalami pemulihan. Walaupun awal bulan depan akan dirilis PDB kuartal III-2020 yang kemungkinan terkontraksi tipis di -1% sampai -2,9% dibandingkan dengan Kuartal sebelumnya, namun diyakini tak sedalam kuartal sebelumnya.

"Namun kontraksi ekonomi pada kuartal ketiga lebih landai ketimbang kuartal kedua. Indonesia mungkin resesi, tetapi bukan berarti tidak ada harapan ekonomi akan kembali membaik," katanya.

Perbaikan ekonomi RI ini terjadi berkat rilis data Investasi yang sedikit lebih baik di bandingkan ekspektasi para analis, sehingga ada kemungkinan PDB di kuartal keempat akan lebih baik. Juga dibarengi dengan konsumsi masyarakat yang terus meningkat dan ada wacana di bulan November 2020 PSBB Transisi di DKI Jakarta akan berubah menjadi New Normal.

"Sehingga masyarakat mulai kembali beraktivitas seperti biasa, dengan tetap kalau keluar rumah menggunakan masker, menjaga jarak dan cuci tangan," sambungnya.

Pekan depan, rupiah, sambung Ibrahim bisa menguat sampai ke level Rp 14.450 per dolar AS.

"Posisi minggu ini kan cuti bersama, perdagangan cuma sampai besok, kemungkinan rupiah akan di level Rp 14.600 an (minggu ini), ketika dibuka (pekan depan) dia bisa ke level Rp 14.450," sambungnya.

Hal serupa disampaikan oleh Analis Bank Mandiri Reni Putri. Menurut Reni, rupiah bisa ke level Rp 14.580 per dolar AS dan resisten di level Rp 14.724 per dolar AS.

"Kurang lebih untuk rupiah menjelang pemilu AS sendiri kisaran levelnya sih ada di Rp 14.580 mendekati Rp 14.600an, resistennya di Rp 14.724 untuk minggu ini masih berada di sana," kata Reni.

Namun, penguatan rupiah terjadi bukan hanya dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti Pemilu AS saja, ada beberapa faktor lainnya yang juga ikut berperan.

"Pengaruh AS memang ada tapi tidak sebesar itu, tidak terlalu kuat karena memang ada faktor-faktor lainnya seperti adanya aliran dana asing (yang mulai kembali masuk ke Indonesia), kemudian data-data domestik kita juga masih cukup positif ya kuartal III ini dibanding kuartal sebelumnya, apalagi di 5 Novermber ini ada rilis kuartal III, ini juga jadi faktor penentu juga," paparnya.

(dna/dna)