Bom Meledak di Jeddah, Dolar AS Langsung 'Berotot'

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 11 Nov 2020 20:40 WIB
Ilustrasi kurs dolar rupiah
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri Prancis melaporkan telah terjadi serangan bom di pemakaman non-Muslim di Jeddah saat ada upacara peringatan berakhirnya Perang Dunia I di sana. Acara peringatan yang dihadiri oleh sejumlah konsulat, termasuk konsulat dari Prancis disebut membuat beberapa orang terluka dalam insiden itu.

Pasca ledakan itu, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah terpantau menguat kembali. Mengutip Reuters, Rabu (11/11/2020), pukul 19:30 WIB, mata uang Paman Sam menguat ke posisi Rp 14.221. Angka tersebut tercatat menguat 201 poin atau 1,4%.

Dibandingkan mata uang lainnya pun, dolar AS terpantau mayoritas menguat. Mata uang Paman Sam hanya kalah unggul terhadap won Korsel, baht Thailand, dan dolar Taiwan.

Pada perdagangan kemarin, rupiah sempat perkasa mendorong dolar AS menyentuh ke posisi Rp 13.930 sebelum akhirnya ditutup di posisi Rp 14.060.

Sementara dari data RTI, dolar AS kini masih ada di level Rp 14.073. Pagi tadi dolar AS dibuka di level Rp 14.038. Mata uang Paman Sam hari ini berada di level tertingginya di Rp 14.104 dan terendahnya di Rp 14.011. Secara harian dolar AS menguat 0,25%.

Sedangkan secara mingguan dolar AS melemah 3,21%. Mata uang Paman Sam dalam sebulan terakhir juga loyo 4,13%, demikian pula dalam tiga bulan terakhir juga melemah 4,17% dan enam bulan terakhir melemah 5,33%.

(eds/eds)