Corona Gilas Ekonomi, Pekerja di Wall Street Tetap Dapat Bonus?

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 12 Nov 2020 22:14 WIB
Bursa Saham Wall Street
Foto: Dok. Reuters
Jakarta -

Bonus akhir tahun untuk sebagian besar pekerja di Wall Street diperkirakan menurun akhir tahun ini dibandingkan dengan 2019 karena dampak COVID-19. Demikian menurut prediksi Johnson Associates Inc.

Secara keseluruhan, insentif pada akhir tahun ini, yang mencakup bonus tunai dan penghargaan ekuitas, umumnya akan menurun. Para karyawan dari emiten perbankan akan menjadi yang paling terpukul, dengan pembayaran bonus akhir tahun diperkirakan turun setidaknya 25%-30% dibandingkan dengan tahun lalu, sementara bonus penasihat perbankan investasi diperkirakan menurun 15%-20%.

Sedangkan, pembayaran bonus kepada manajemen aset, dana lindung nilai, dan staf ekuitas swasta diprediksi turun 5%-10% dari tahun sebelumnya.

"Pandemi mendatangkan malapetaka di banyak bagian ekonomi AS tahun ini, dan industri jasa keuangan tidak terkecuali," kata Alan Johnson, direktur pelaksana perusahaan yang membuat laporan tersebut dikutip dari Reuters, Kamis (12/11/2020).

Namun, sementara bankir serta pekerja di perusahaan manajemen aset mengalami penurunan bonus, karyawan di perdagangan pendapatan tetap dan ekuitas mendapat manfaat dari pasar yang tidak stabil yang mendorong aktivitas perdagangan.

Karyawan dalam sektor ini diprediksi meningkat setidaknya 40%-45% sementara staf penjualan dan perdagangan ekuitas diprediksi mendapat peningkatan bonus 20%-25%.

"Para profesional berpendapatan tetap akan dihargai dengan mahal karena ketidakpastian dan volatilitas tinggi berkontribusi pada rekor perdagangan," kata Johnson.

Johnson mengantisipasi pandemi akan terus melukai sektor jasa keuangan, secara keseluruhan pada 2021 tetapi mungkin lebih rendah daripada pada 2020.

(hns/hns)