Bocoran Perombakan Direksi Garuda Besok, Sudah Dengar Belum?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 19 Nov 2020 19:30 WIB
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) datangkan pesawat Boeing 777-300ER untuk melayani penerbangan haji mulai Agustus 2015. Hari ini maskapai pelat merah itu menerima B777-300ER ketujuhnya di Hanggar 2 Garuda Maintenance Facilities (GMF), kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Rachman Haryanto/detikcom.
Garuda Indonesia/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir akan kembali merombak manajemen perusahaan pelat merah. Kali ini, Erick akan merombak manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Garuda Indonesia dijadwalkan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Jumat (20/11) di Tangerang. Dalam RUPSLB terdapat mata agenda perubahan pengurus perusahaan.

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, pemegang saham yang berhak hadir dan diwakili dalam RUPSLB tersebut adalah pemegang saham perseroan yang namanya tercatat dalam DPS pada tanggal 27 Oktober 2020 pukul 16.00 WIB dan/atau pemilik saham perseroan pada subrekening efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada penutupan perdagangan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia tanggal 27 Oktober 2020.

Adapun mata acara dalam RUPSLB yakni, pertama, penerbitan Obligasi Wajib Konversi (OWK) dengan nilai total sebanyak-banyaknya sebesar Rp 8,5 triliun melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Kedua, perubahan anggaran dasar perseroan. Ketiga, perubahan susunan pengurus perseroan.

Untuk mata acara pertama, usulan keputusan RUPSLB yakni menyetujui penerbitan OWK dengan nilai total maksimum sebesar Rp 8,5 triliun dengan tenor maksimum 7 (tujuh) tahun yang wajib dikonversi menjadi saham baru perseroan pada tanggal jatuh tempo melalui mekanisme penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

"Menyetujui peningkatan modal dasar perseroan dari semula sebesar Rp 13.770.000.000.000 menjadi sebanyak-banyaknya sebesar Rp 44.000.000.000.000 serta peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor perseroan menjadi sebanyak-banyaknya sebesar Rp 22.000.000.000.000 yang terdiri dari 75.003.379.649 lembar saham atau jumlah lainnya yang ditetapkan oleh Dewan Komisaris Perseroan dalam rangka penerbitan Obligasi Wajib Konversi sebagaimana disebutkan pada Keputusan angka 1," bunyi keterangan tersebut.

"Peningkatan modal tersebut akan berlaku efektif setelah konversi Obligasi Wajib Konversi pada tanggal jatuh tempo melalui mekanisme Penambahan Modal, termasuk penerbitan Saham Seri C dengan nilai nominal sebesar Harga Konversi, apabila Harga Konversi berada di bawah nilai nominal saham Perseroan pada Tanggal Konversi," bunyi keterangan tersebut lebih lanjut.

Berdasarkan sumber detikcom, RUPSLB Garuda Indonesia besok bakal mengganti salah satu direktur dan juga ada jabatan direktur baru.



Simak Video "BUMN Tunjuk Timses Jokowi-Influencer Jadi Komisaris Pelat Merah"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ara)