Mantan Bos The Fed Calon Kuat Menkeu, Wall Street Perkasa

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 24 Nov 2020 08:55 WIB
Traders work on the trading floor on the final day of trading for the year at the New York Stock Exchange (NYSE) in Manhattan, New York, U.S., December 29, 2017. REUTERS/Andrew Kelly
Foto: Reuters
Jakarta -

Indeks Dow Jones Industrial Average di bursa saham Amerika Serikat (AS) melonjak 300 poin. Indeks bergerak positif merespons kabar Presiden terpilih Joe Biden berencana mencalonkan mantan Gubernur Federal Reserve (The Fed) Janet Yellen sebagai menteri keuangan.

Melansir CNBC, Selasa (24/11/2020), Dow Jones ditutup 327,79 poin lebih tinggi, atau 1,1%, pada 29,591.27. S&P 500 naik 0,6% untuk mengakhiri hari di 3.577,59, dan Nasdaq Composite naik 0,2% menjadi 11.880,63.

Dow mencapai sesi tertinggi pada jam terakhir perdagangan di tengah berita bahwa Biden berencana untuk mencalonkan Yellen sebagai menteri keuangan. The Wall Street Journal pertama kali melaporkan pilihan tersebut. CNBC kemudian mengkonfirmasi laporan tersebut melalui sumber.

Sentimen Yellen yang jadi sorotan adalah ekspansi ekonomi yang solid selama masa jabatannya sebagai Gubernur The Fed dari 2014 hingga 2018 setelah krisis keuangan. Selama waktu itu, suku bunga tetap rendah, dan S&P 500 naik hampir 60%.

"Saya tidak terkejut pasar bereaksi positif karena pilihan ini meyakinkan, terutama dengan tantangan yang terbentang di depan termasuk menghindari resesi ganda dan membuat orang kembali bekerja di tengah meningkatnya kasus virus," kata Alli McCartney dari UBS Wealth Management.

Saham perusahaan pelayaran dan maskapai penerbangan memimpin kenaikan karena harapan distribusi vaksin virus Corona akan membuka kembali ekonomi dan meningkatkan perjalanan awal tahun depan. Saham Carnival Corp naik 4,8%, sementara United Airlines naik 2,6%.

Namun, saham perusahaan besar teknologi kesulitan. Apple turun hampir 3%, dan Netflix turun 2,4%. Facebook, Amazon, Alphabet, dan Microsoft semuanya mencatat sedikit koreksi.

AstraZeneca mengatakan analisis sementara menunjukkan vaksinnya memiliki kemanjuran rata-rata 70% dengan satu regimen dosis menunjukkan efektivitas 90%, sedangkan yang lain menunjukkan kemanjuran 62%. Ini mengikuti data uji coba tahap akhir dari Pfizer-BioNTech dan Moderna yang menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 masing-masing sekitar 95% efektif.

"Dengan tiga vaksin yang sekarang menunjukkan kemanjuran 90% + dan pejabat kesehatan di AS dan UE bergegas untuk menyetujuinya, proses vaksinasi akan dimulai sebelum akhir tahun," tulis Adam Crisafulli dari Vital Knowledge.

"Optimisme vaksin ini lebih dari sekadar mengimbangi lanskap penularan / mitigasi jangka pendek yang sangat suram karena kasus-kasus yang meningkat dan pemerintah mengambil tindakan lebih lanjut untuk mengekang penyebaran virus," sambungnya.

Sentimen juga didorong oleh data ekonomi yang kuat. IHS Markit mengatakan indeks manajer pembelian dan manufaktur AS mereka mencapai tertinggi beberapa tahun. Indeks layanan flash AS naik menjadi 57,7, level tertinggi dalam lebih dari lima tahun. PMI manufaktur melonjak ke 56,7, level tertinggi dalam lebih dari enam tahun.

(toy/eds)