3 Efek dari Anies Positif Corona

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 01 Des 2020 20:00 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkonfirmasi positif COVID-19. Anies menambah daftar pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terpapar Corona.

Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria juga terkonfirmasi positif COVID-19. Lalu sebelumnya juga Sekretaris Daerah DKI Jakarta juga positif Corona dan meninggal dunia.

Pasar disebut terimbas dengan berita positif ini. Berikut berita selengkapnya:

1. IHSG Sempat Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini ditutup hijau. IHSG melesat 2% atau 112 poin ke level 5.724 setelah sempat jatuh ke zona merah seiring dengan kabar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang positif COVID-19. Padahal pada pagi ini IHSG dibuka menguat 43 poin atau 0,7% ke level 5.656. Selain itu IHSG juga sempat menyentuh level tertinggi ke 5.736.

2. Pasar Tidak Ekspektasi Rem Darurat

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengungkapkan walaupun kedua pimpinan daerah ini positif terpapar Corona, tidak ada kekhawatiran pasar jika Jakarta akan kembali menarik rem darurat. Pasar juga sudah tidak takut seperti saat kasus COVID-19 yang pertama di Indonesia.

"Kemungkinan besar tidak, apalagi saat ini jumlah kasus memang sudah banyak. Walaupun pak Gubernur dan pak Wagub kena, rasanya tidak adalagi PSBB total, tidak ada hubungannya ini. Pasar juga sudah memahami jika lingkungan Pemda memang paling berisiko terpapar," kata dia.

3. Pasar Tidak Pragmatis

Pendiri LBP Institute Lucky Bayu Purnomo mengungkapkan pasar modal saat ini menanggapi sentimen dengan tidak pragmatis. "Pasar sekarang itu hanya menantikan window dressing. Ya walaupun ada kepala daerah atau unsur pemerintah itu positif COVID-19 ini memang akan jadi perhatian pasar, tapi sebenarnya mereka sudah memitigasi risiko," ujar dia.

Dia mengungkapkan ini hanya akan dimaknai sebagai sentimen minor. Karena faktanya saat ini tidak hanya pejabat di lingkungan pemda yang bisa terkena dan seluruh lembaga sedang memerangi COVID-19 ini.

Lucky menyebut untuk menarik rem kembali ini harus dilihat juga dari jumlah kenaikan kasus. Mulai dari jumlah positif hingga kesembuhan. "Orientasi pasar saat ini sudah lebih rasional dan tidak pragmatis walaupun seandainya diberlakukan rem darurat," jelasnya.

(kil/fdl)