Airbnb IPO, Nilai Sahamnya Melejit Kalahkan Marriott dan Hilton

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 11 Des 2020 11:23 WIB
Aplikasi berbagi Airbnb.
Foto: (iStock)
Jakarta -

Airbnb telah melakukan penawaran umum perdana (IPO) Kamis kemarin. Harga sahamnya pun melejit dan kapitalisasi pasar juga melonjak melebihi kapitalisasi gabungan hotel terbesar Marriott International, Hilton Worldwide dan Hyatt Hotels.

Dikutip dari CNN, Jumat (11/12/2020) harga saham Airbnb sebesar US$ 146 per saham, lebih dari dua kali lipat dari harga IPO dan nilai pasar naik lebih dari US$ 100 miliar setara Rp 1.404 triliun (kurs Rp 14.045).

Mengutip Forbes, Marriott International, Hilton Worldwide dan Hyatt Hotels memiliki kapitalisasi pasar masing-masing US$ 43 miliar, US$ 39 miliar dan US$ 8 miliar. Bahkan kapitalisasi Airbnb juga lebih dari Uber US$ 95,90 miliar berdasarkan data dari Ycharts.

Awal tahun ini bisnis penginapan ini hancur akibat anjloknya permintaan di tengah pandemi COVID-19. Imbasnya Airbnb memangkas 25% tenaga kerjanya, atau 1.900 karyawan dan dilaporkan memangkas valuasinya.

Sekarang, saham Airbnb melonjak dalam debutnya di Wall Street meski di tengah meningkatnya kasus pandemi COVID-19 dan banyak ketidakpastian pada nasib bisnis sektor pariwisata ke depannya. Saham Airbnb kemudian ditutup sedikit lebih rendah.

Selain Airbnb, saham dari aplikasi pengiriman DoorDash juga melonjak 85% dalam debutnya. DoorDash mendapat banyak manfaat dari orang-orang yang tinggal di rumah. Sedangkan Airbnb mendapat manfaat dari adanya vaksin yang memungkinkan orang untuk berlibur lagi.

Airbed & Breakfast, Airbnb didirikan pada 2008 dan merupakan industri perhotelan dengan mempopulerkan gagasan menyewakan kamar di rumah orang.

Platformnya digunakan untuk mencari dan memesan akomodasi di 220 negara dan wilayah di seluruh dunia. Airbnb sekarang menawarkan apartemen, rumah, dan kamar hotel lengkap untuk disewa serta pengalaman perjalanan.

(ara/ara)