Bikin Orang Sampai Bunuh Diri Main Saham, Robinhood Dikecam

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 17 Des 2020 10:32 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini ditutup di zona merah. IHSG cenderung bergerak di teritori negatif sepanjang perdagangan hari ini.
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto

Tidak diragukan lagi bahwa model bisnis perdagangan bebas Robinhood mampu meningkatkan akses ke pasar keuangan di antara investor pemula. Itu dapat meningkatkan jumlah orang Amerika masuk ke pasar modal seperti yang terjadi saat ini.

Namun, dengan adanya kasus bunuh diri yang terjadi Juni 2020 lalu itu menjadi catatan negatif buat Robinhood.

Para pendiri Robinhood menyampaikan bahwa mereka pun secara pribadi hancur oleh tragedi itu dan mengumumkan serangkaian perubahan pada aplikasinya sebagai tanggapan.

Namun, perubahan saja tidak cukup. Menurut Regulator sekuritas Massachusetts, Robinhood kerap berlebihan dan tanpa henti membombardir penggunanya dengan strategi gamifikasi-nya termasuk lewat confetti warna-warni yang menghujani layar HP mereka setelah melakukan perdagangan.

Regulator juga menyoroti soal bagaimana Robinhood memberi penghargaan kepada pelanggan yang berinteraksi setiap hari dengan aplikasi itu. Sehingga, mendorong para pengguna melakukan trading sesering mungkin.

Jadi, pada intinya kecaman yang dilayangkan regulator AS terkait soal seberapa sering investor pemula melakukan trading di sana, menunjukkan bahwa aplikasi tersebut digunakan oleh beberapa orang hanya untuk perdagangan jangka pendek daripada investasi jangka panjang.

Misalnya, regulator menemukan setidaknya 670 pelanggan Robinhood dengan pengalaman investasi terbatas atau tanpa pengalaman investasi, rata-rata melalukan setidaknya lima perdagangan per hari. Dan dalam satu contoh, pelanggan yang tidak memiliki pengalaman sebelumnya dapat melakukan lebih dari 12.700 perdagangan hanya dalam waktu enam bulan.


(eds/eds)