Saham Konstruksi Dibuat Terbang oleh Jokowi, Layak Dibeli?

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 18 Des 2020 17:50 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Saham-saham emiten di sektor konstruksi dapat angin segar. Angin segar yang berasal dari pemerintah ini membuat saham-saham tersebut naik daun dan terbang.

Melansir CNBC Indonesia, kenaikan saham emiten konstruksi dan emiten semen terjadi setelah pemerintah membentuk Lembaga Pengelola Investasi alias Sovereign Wealth Fund (SWF). Lembaga itu terbentuk setelah payung hukum Peraturan Pemerintah (PP) dibuat sebagai mandat dari Omnibus Law.

SWF sendiri dibuat juga tujuannya untuk menjadi alternatif pembiayaan untuk pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia.

Ada dua regulasi turunan yang telah dibuat yakni Peraturan Pemerintah (PP) No. 73 Tahun 2020 tentang Modal Awal Lembaga Pengelola Investasi dan Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2020 tentang Lembaga Pengelola Investasi (LPI).

Keduanya merupakan peraturan pelaksanaan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, terutama di bidang investasi.

Kemudian ada lagi lagi aturan yakni Keputusan Presiden Nomor 128/P Tahun 2020 tentang Pembentukan Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Dewan Pengawas LPI dari Unsur Profesional.

Dengan dikebutnya SWF diharapkan ini akan mendorong pembangunan infrastruktur dan proyek strategis lainnya di Indonesia dan menguntungkan emiten konstruksi BUMN yang hari ini berhasil melesat kencang.

Tentunya dengan terbangnya saham-saham konstruksi membuat para pelaku pasar bertanya-tanya apakah saham-saham ini masih murah dan layak koleksi meski sudah terbang tinggi? Lanjut ke halaman berikutnya>>>