Gokil! Jumlah Investor Pasar Modal Malah Naik 56% di Tengah Pandemi

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 30 Des 2020 15:24 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pandemi COVID-19 memang telah membuat guncangan besar di pasar modal. Namun ternyata jumlah investor pasar modal malah meningkat 56% dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan sepanjang tahun 2020, jumlah investor di pasar modal Indonesia mencapai 3,87 juta Single Investor Identification (SID). Investor itu yang terdiri atas investor saham, obligasi, maupun reksa dana.

"Jumlah investor terus bertambah bertumbuh menjadi 3,87 juta investor atau meningkat 56% sepanjang tahun 2020," ucapnya dalam acara seremonial penutupan perdagangan saham tahunan, Rabu (30/12/2020).

Kenaikan investor pasar modal ini 4 kali lipat lebih tinggi sejak 4 tahun terakhir dari 894 ribu investor pada tahun 2016. Selain itu, investor saham juga naik sebesar 53% menjadi 1,68 juta SID.

Inarno menambahkan, yang menarik lainnya adalah jumlah investor aktif harian, hingga 29 Desember 2020 terdapat 94 ribu investor atau naik 73% dibandingkan akhir tahun lalu. Peningkatan jumlah investor serta aktivitas transaksi investor harian tentu merupakan hasil upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) dalam mengedepankan sosialisasi dan edukasi terkait investasi di pasar modal kepada masyarakat.

"Bahkan terdapat peningkatan aktivitas transaksi dari kalangan investor itu yakni melonjak 4 kali lipat dalam 11 bulan terakhir. Ini adalah tahunnya investor ritel di pasar modal Indonesia dan semoga menjadi fondasi yang besar dalam pertumbuhan pasar modal ke depan," tambahnya.

Seiring dengan meningkatnya partisipasi investor pasar modal ritel domestik, rekor transaksi perdagangan baru berhasil dicapai pada tahun 2020, yaitu frekuensi transaksi harian saham tertinggi pada 22 Desember 2020 sebanyak 1.697.537 transaksi.

(das/ara)