Menelisik Fenomena 'Endorse' Saham Para Influencer

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 06 Jan 2021 09:24 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama

Baru-baru ini Raffi Ahmad dan Ari Lasso ikut bicara saham. Keduanya sama-sama merekomendasikan saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melalui akun Instagram masing-masing.

Raffi sendiri mengaku baru pertama kali terjun ke dunia saham dan langsung melirik MCAS. Dia menyampaikan itu melalui akun Instagram-nya @raffinagita1717 yang diposting Senin.

"Hai gaes, gua Raffi Ahmad, gua cuma pengin sharing, berbagi sedikit pengalaman sama kalian semuanya. Ini pertama kalinya gua menginvestasikan tabungan gua di satu perusahaan yang namanya M Cash," kata Raffi dikutip detikcom kemarin Selasa (5/1/2021).

Ari Lasso, mantan vokalis Dewa 19 juga membeberkan pengalamannya terjun ke dunia saham khususnya saham M Cash.

"Halo teman-teman semuanya terutama para musisi, penyanyi, millennials, pengusaha muda yang mungkin bisnisnya sedang slowing down atau juga para atlet, kita harus menyadari bahwa tidak selamanya penghasilan kita sama atau meningkat di masa depan seperti ketika kita berada di usia keemasan karir kita. Nah, kalau saya harus pandai-pandai berinvestasi," ungkapnya di akun Instagram @ari_lasso.

Ari Lasso sendiri menegaskan bahwa yang dilakukannya bukan endorse. Pihak MCAS juga sudah menegaskan tak melakukan endorsement melalui Raffi dan Ari Lasso.

Otoritas BEI pun melihat apa yang terjadi itu sebagai fenomena baru. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa BEI Laksono Widodo.

"Ini fenomena baru. Terkait maraknya transaksi oleh retail dan juga dengan fenomena influencer melalui sosial media," kata dia kepada wartawan.

Walaupun ada aturan mengenai hal itu, dia mengungkapkan pendekatan yang akan dipakai oleh BEI adalah persuasi dan edukasi kepada para influencer.

"Kita melihatnya positif, membantu kita untuk market deepening (pendalaman pasar). Kita perlu ajak mereka diskusi supaya tahu risiko-risiko dan dampaknya secara keseluruhan," tambahnya.

Halaman

(toy/zlf)