BEI Mulai Selidiki Keterlibatan Influencer Jual Beli Saham

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 07 Jan 2021 10:16 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelidiki keterlibatan influencer dalam jual beli saham-saham perusahaan tertentu. Setidaknya ada 3 emiten yang disurati untuk dimintai penjelasan.

Pertama ada PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS). Otoritas bursa mempertanyakan 1. apakah mereka melakukan endorsement dengan figur publik untuk merekomendasikan saham perseroan.

Figur publik yang dimaksud dalam hal ini adalah influencer Raffi Ahmad dan Ari Lasso. Sekretaris Perusahaan MCAS Rachel Stephanie M pun memastikan tidak melakukan endorsement dengan kedua orang itu.

"Perseroan ataupun grup Perseroan tidak melakukan endorsement dengan kedua public figure tersebut untuk merekomendasikan saham Perseroan. Sehubungan dengan testimoni dari kedua public figure yang dimaksud, perlu kami sampaikan bahwa keputusan investasi dari Bapak Raffi Ahmad dan Bapak Ari Lasso merupakan keputusan personal dan Perseroan tidak memiliki hubungan bisnis dengan kedua public figure tersebut," kata Rachel dalam keterangan tertulis.

Bursa Efek juga sudah menyurati PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) terkait keterlibatan influencer untuk mempromosikan saham perseroan.

"Dalam 3 bulan terakhir, Perseroan tidak memiliki kerjasama dengan media maupun influencer dalam melakukan promosi saham Perseroan," ujar Sekretaris Perusahaan BRIsyariah Mulyatno Rachmanto.

Dia juga menjelaskan pihaknya tidak memiliki program publikasi untuk mempromosikan saham Perseroan. Terkait pertanyaan otoritas bursa apakah terdapat hubungan afiliasi antara figur publik dengan BRIS, Mulyatno memastikan tidak.

"Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan figur publik. Sebagai perusahaan tercatat, Perseroan akan tetap mematuhi ketentuan peraturan Pasar Modal Indonesia mengenai keterbukaan informasi," paparnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2