Harga Naik Tak Wajar, Saham Adhi Karya Dibekukan

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 07 Jan 2021 10:44 WIB
Saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melejit pada perdagangan Selasa (5/1/2021) gegara Raffi Ahmad dan Ari Lasso mempromosikannya.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Itu dilakukan mulai sesi I perdagangan 7 Januari 2021 sampai pengumuman bursa lebih lanjut.

"Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada Saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai," kata kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M Panjaitan dalam keterbukaan informasi, Kamis (7/1/2021).

Otoritas bursa mengimbau pihak-pihak yang berkepentingan selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.

Bila diperhatikan, dalam 3 bulan terakhir terjadi lonjakan signifikan pada harga saham ADHI yaitu 225%, dari Rp 552 per lembar pada 10 September 2020 naik ke Rp 1.795 pada 6 Januari 2021.

Pada Desember lalu, Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku pengawas pasar modal menginterogasi manajemen ADHI lantaran sahamnya dalam sebulan melesat begitu signifikan.

Saham ADHI pada penutupan perdagangan terakhir di jumat 4 Desember 2020 sudah berada di level Rp 1.275. Itu merupakan level paling tinggi di tahun ini.

Bahkan sampai BEI menyatakan pergerakan saham ADHI masuk dalam kategori pergerakan di luar normal atau unusual market activity (UMA) pada 3 Desember 2020.

Selain menjatuhkan UMA, BEI juga melayangkan beberapa pertanyaan kepada manajemen terkait pergerakan saham tersebut. Manajemen pun menegaskan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan.

"Kenaikan harga saham Perseroan sejalan dengan kenaikan harga IHSG di mana katalis ekonomi makro lebih baik, seperti peningkatan anggaran pembangunan infrastruktur di tahun 2021 dan perkembangan terkait vaksin COVID-19," kata Direktur Keuangan ADHI Agung Dharmawan dilansir dari keterbukaan informasi, Senin (7/12/2020).

Manajemen juga menyatakan tidak mengetahui jika adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu yang mungkin bisa menggerakkan saham ADHI.

(toy/eds)