Wall Street Loyo Gara-gara Pengangguran AS Melonjak

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 15 Jan 2021 09:16 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Indeks saham di Wall Street menurun, Kamis (14/1). Hal itu disebabkan oleh melonjaknya angka pengangguran mingguan di Amerika Serikat (AS) dari prediksi pekan lalu.

Dikutip dari Reuters, Jumat (15/1/2021) Dow Jones Industrial Average ditutup turun 68,95 poin, atau 0,22% pada 30.991,52 Sementara Nasdaq Composite turun 16,31 poin atau 0,12% menjadi 13.112,64 dan S&P 500 menurun 14,3 poin atau 0,38%, ditutup pada 3.795,54.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah orang AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran pertama kali pada pekan ini meningkat dari prediksi sebelumnya. Hal ini menandakan COVID-19 masih mempengaruhi pasar tenaga kerja.

Selain itu, melemahnya indeks di Wall Street karena investor kini masih menunggu kejelasan berapa banyak stimulus yang akan digelontorkan Presiden AS terpilih Joe Biden. Mengingat hal itu sangat penting untuk memulihkan ekonomi dan pasar tenaga kerja AS

Dari 11 sektor S&P utama, hanya empat saham perusahaan yang ditutup meningkat, kenaikan mereka sebesar 3%. Sementara penurunan persentase terbesar adalah sektor teknologi informasi.

Indeks Russell 2000 ditutup naik 2%. Sementara indeks Dow Jones Transports berakhir naik 1% setelah dua sektor perusahaan yang akan menerima stimulus mencapai level tertinggi.

Indeks maskapai S&P 1500 juga ditutup naik 3,4%. Indeks semikonduktor Philadelphia mencatat rekor tertinggi dengan dorongan besar dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Co Ltd.

Saham produsen chip AS ditutup naik 5% setelah mengumumkan laba kuartalan terbaiknya dan meningkatkan perkiraan pendapatan dan pengeluaran modal.

(ara/ara)