Mau Investasi di Pasar Modal? Ini Cara Pilih Saham yang Tepat

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 16 Jan 2021 23:00 WIB
Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,77%.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pasar modal kini tengah disoroti sebagai tempat berinvestasi bagi anak muda. Banyak anak muda yang tertarik menyisihkan dananya untuk membeli saham di pasar modal.

Akan tetapi, tak sedikit anak muda yang belum mengetahui cara memilih saham yang tepat. Lalu, bagaimana caranya? Berdasarkan rangkuman detikcom dari beberapa analis, ada 5 cara dalam memilih saham terbaik, sebagai berikut:

1. Pilih Saham yang Familiar

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, bagi pemula bisa dimulai dari memilih saham yang familiar atau dikenalnya dalam kehidupan sehari-hari. Sederhananya, investor pemula bisa membeli saham dari perusahaan yang memproduksi sebuah produk yang ditemuinya sehari-hari.

"Dia pertama membeli perusahaan yang dia kenal. Bisa saja dia memang orang kerja di farmasi, sehingga dia memahami perusahaan farmasi itu. Atau dia orang yang kerja di bisnis telekomunikasi. Kalau nggak dia membeli perusahaan-perusahaan yang dia familiar, seperti Bank BCA, Mandiri, BNI, itu sesuatu yang familiar bagi dia," jelas Hans kepada detikcom, Sabtu (16/1/2021).

2. Telusuri Kinerja Perusahaan

Investor pemula sangat disarankan mengetahui kinerja perusahaan yang akan dibeli sahamnya. Hal itu bisa diketahui dari laporan keuangan perusahaan yang ada di situs Bursa Efek Indonesia (BEI).

Namun, tentunya tak semua investor pemula memahami cara membaca laporan keuangan. Oleh sebab itu, menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, ada beberapa instrumen dasar di laporan keuangan yang dapat mudah dipahami investor pemula.

"Dalam setiap laporan keuangan punya 16 rasio, 12 rasio di antaranya itu yang paling penting. Teman-teman harus baca rasio solvabilitas, debt to equity ratio (DER), ini salah satu yang dasar sekali. DER ini aset dibagi utang. Kalau rasionya tinggi, berarti perusahaannya banyak utang dong. Nah berarti kita mesti cari perusahaan-perusahaan yang rasio DER-nya rendah. Nah hal-hal yang sederhana seperti ini, ini yang bisa mendorong orang awam untuk mengenal laporan keuangan tanpa harus melihat secara keseluruhan," urai Nico ketika dihubungi detikcom secara terpisah.