Kacau! Ramai Fenomena Investor Baru Beli Saham Pakai Utang

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 17 Jan 2021 14:58 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pasar modal Indonesia semakin dibanjiri investor ritel lokal yang mayoritas merupakan kalangan milenial. Di satu sisi penambahan investor ritel baru merupakan kabar baik, namun ternyata ada efek samping yang bikin geleng-geleng kepala.

Saat ini di media sosial tengah ramai potongan-potongan keluhan dari investor yang nekat membeli saham menggunakan uang panas, mulai dari uang hasil pinjaman online, nilep uang arisan hingga rela menggadaikan surat tanah hingga BPKB mobil.

Menurut Founder WH Project, William Hartanto kasus seperti itu memang sering menimpa investor baru. Mereka terlalu percaya diri hingga berani menggunakan uang panas untuk membeli saham.

"Ini fenomena lupa diri. Saya sudah sering ketemu kasus begini, ada yang uang modal nikah pun ditaruh di saham berakhir rugi," tuturnya kepada detikcom, Minggu (17/1/2021).

Menurut Analis Panin Sekuritas itu fenomena itu terjadi dikarenakan efek media sosial yang tengah booming membahas rekomendasi saham. Kebanyakan dari mereka mulai menjadi korban rekomendasi menyesatkan para influencer yang merekomendasikan saham.

"Ini mungkin karena efek media sosial yang menyesatkan seperti influencer pamer-pamer portofolio yang tanpa sadar mengajak untuk ikut membeli saham tersebut. Memang nggak ada ajakan khusus seperti 'ayo beli saham ini' tapi manusia kalau dikasih lihat uang ya pasti tertarik," terangnya.

William juga menilai para investor saham baru saat ini kurang mendapatkan edukasi yang benar tentang investasi saham. Seharusnya mereka sudah memiliki bekal terkait strategi jual dan beli saham hingga risiko dalam berinvestasi saham.

Sekadar informasi, postingan mengenai keluhan investor saham yang nyangkut menggunakan uang panas salah satunya diposting oleh Praktisi Trader Saham Desmond Wira. Isinya ada yang mengaku meminjam hingga 10 aplikasi pinjol hingga Rp 170 juta untuk membeli 500 lot saham ANTM. Ada juga yang membeli saham KAEF dengan menggunakan uang arisan dan uang titipan ibu-ibu PKK.

(das/dna)