Anak Miliarder Usia 11 Tahun Dapat Cuan dari Investasi Saham

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 28 Jan 2021 18:45 WIB
Ilustrasi investor saham
Foto: Ilustrasi: Luthfi Syahban
Jakarta -

Miliarder Mark Cuban mengungkapkan anaknya yang baru berusia 11 tahun mendapat cuan dari investasi saham di pasar modal. Pada forum forum Wall Street Bets, dia mengaku sangat menyukai Reddit karena dianggap berhasil menjadi katalis singkat pada pasar modal.

"Saya harus mengatakan i love love apa yang terjadi dengan #wallstreetbets," kata Cuban dalam sebuah cuitannya yang dikutip dari businessinsider, Kamis (28/1/2021).

"Selama bertahun-tahun investor besar menguasai perdagangan, sekarang kecepatan dan kepadatan informasi memberikan keuntungan bagi anak kecil. Bahkan anak saya yang berusia 11 tahun berdagang dengan mereka dan menghasilkan dolar," tambahnya.

Anggota grup atau forum obrolan investasi saham yang berjumlah sekitar 3,5 juta investor ini pun satu sama lain terus mendorong harga saham lebih tinggi dengan tujuan menekan penjualan jangka pendek.

Dengan cara tersebut, berhasil menyebabkan harga saham meledak dalam waktu singkat. Saham yang menjadi target adalah GameStop, AMC, Pearson, Blackberry, dan Nokia.

Meski begitu, cuitan Cuban di Twitter ini mendapat banyak kritik dari followersnya karena tidak menyinggung soal regulasi yang mengontrol dinamika pasar. Lalu ada juga yang mengkritik Cuban agar mendorong anaknya untuk menjadi investor yang patuh terhadap regulasi.

Seorang CEO dari salah satu perusahaan penasihat keuangan independen besar memperingatkan kegiatan tersebut tidak akan menjadi hal yang baik pada sebagian besar investor ritel yang berinvestasi saham di pasar modal.

"Valuasi diharapkan dapat menjadi sangat liar dan ada risiko yang sah bahwa investor bisa terbakar," kata Nigel Green, CEO deVere Group.

SEC AS mengatakan pihaknya secara aktif mengawasi aktivitas pasar yang sedang berlangsung mengingat terjadinya lonjakan saham GameStop dan beberapa perusahaan lain dalam satu minggu terakhir.

"Ada perasaan tidak senang dari investor profesional bahwa ada kelompok lain yang datang dan bergabung secara paksa dengan permainan yang mereka anggap sebagai milik mereka sendiri," kata Connor Campbell, seorang analis keuangan di SpreadEx.

(hek/dna)