ADVERTISEMENT

Perdagangan Sempat Dibatasi, Saham GameStop Langsung Ambruk

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 29 Jan 2021 11:40 WIB
gamestop
Foto: Dok. Reuters
Jakarta -

Saham GameStop turun lebih dari 40% pada perdagangan Kamis setelah melonjak hampir 40% di hari sebelumnya. Aplikasi perdagangan saham, Robinhood mengatakan pihaknya membatasi perdagangan saham GameStop.

"Kami terus memantau pasar dan membuat perubahan jika perlu. Mengingat volatilitas baru-baru ini, kami membatasi transaksi untuk sekuritas tertentu hanya untuk penutupan posisi," kata Robinhood dalam sebuah pernyataan.

Pihaknya mengatakan bahwa hal di atas juga dilakukan untuk AMC (AMC), BlackBerry (BB), Bed Bath & Beyond (BBBY), Nokia (NOK) dan tiga saham lainnya.

"Di tengah volatilitas pasar yang signifikan, penting bagi kami untuk membantu pelanggan tetap mendapat informasi," tambah Robinhood.

Meskipun mengalami kerugian pada hari Kamis, saham GameStop masih naik hampir 950% pada 2021, melonjak dari di bawah US$ 20 pada akhir 2020 menjadi sekitar US$ 200. Itu sebagian besar karena pasukan investor ritel yang membeli saham perusahaan tersebut untuk membuat rugi para bandar.

Fenomena tersebut disebut short squeeze. Seorang investor yang mengira suatu saham akan jatuh meminjam saham tersebut dan menjualnya, dengan harapan dapat membelinya kembali dengan harga yang lebih rendah, sehingga mendapatkan keuntungan dari selisihnya. Pelakunya dijuluki short seller.

Masalahnya adalah bahwa short seller bisa dirugikan jika saham yang mereka pinjam harganya terus naik.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT