ADVERTISEMENT

Robinhood, yang Batasi Transaksi Saham GameStop, Disuntik Investor Rp 14 T

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 29 Jan 2021 22:00 WIB
Heboh Saham GameStop: Perang Tanding David Lawan Goliath di Lantai Bursa Wall Street
Foto: DW (News)
Jakarta -

Broker online di Amerika Serikat (AS), Robinhood mendapatkan suntikan dana segara US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun dari para investornya. Alasannya selama sepekan terakhir telah terjadi pembatasan transaksi terhadap beberapa saham populer seperti GameStop yang membuat investor bahkan yang berasal dari kalangan selebriti dan politisi geram.

Menurut laporan New York Times dikutip dari Reuters, Jumat (29/1/2021) investor Robinhood, termasuk perusahaan modal ventura Sequoia Capital dan Ribbit Capital, datang bersama pada Kamis malam kemarin untuk menawarkan pendanaan darurat tersebut.

Namun, belum bisa dipastikan apakah Sequoia dan Ribbit ikut membantu memberi infus dana darurat tersebut.

"Dengan senang hati kami sampaikan bahwa kami telah mengumpulkan lebih dari $ 1 miliar dari investor yang ada untuk terus berinvestasi dalam rekor pertumbuhan. Ini adalah tanda kepercayaan yang kuat dari investor yang akan membantu kami terus melayani pelanggan kami," kata juru bicara Robinhood melalui email.

Perusahaan juga memanfaatkan batas kredit sehingga memiliki dana untuk memastikan kelangsungan perdagangannya.

Pendanaan terbaru datang pada saat penting untuk Robinhood, yang juga sedang mempersiapkan penawaran umum perdana tahun ini. Perkembangan terakhir menimbulkan pertanyaan tentang apakah perusahaan akan melanjutkan rencana tersebut.

Pada Desember lalu, Robinhood telah memilih Goldman Sachs Group Inc untuk memimpin persiapan IPO-nya, yang bisa dilakukan tahun ini dan nilainya lebih dari US$ 20 miliar.

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada hari Kamis, pendiri Robinhood Vlad Tenev menolak untuk mengomentari rencana IPO tersebut.

"Robinhood memiliki modal yang baik dan memiliki peluang pertumbuhan yang besar di depan kita," katanya.

Aplikasi Robinhood yang bebas biaya dan mudah digunakan cukup populer di kalangan investor ritel yang baru masuk pasar modal. Dengan pembatasan yang diberlakukan mengundang reaksi keras dari politisi dan selebriti terkenal.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT