Dahlan Iskan Bandingkan Kasus Jiwasraya dengan Fenomena Saham GameStop

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 01 Feb 2021 16:46 WIB
gamestop
Foto: Dok. Reuters
Jakarta -

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan membandingkan kasus korupsi pengelolaan keuangan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dengan fenomena harga saham GameStop, perusahaan penjual video game Amerika Serikat (AS).

Awalnya, Dahlan bercerita bahwa dua hari ini bayangannya terjatuh pada Jiwasraya dan Asabri. Keduanya menyebabkan kerugian negara Rp 25 triliun. Lima pelaku di kasus Jiwasraya saat ini sudah dijatuhi hukuman seumur hidup. Sedangkan kasus Asabri sedang berproses.

"Kalau saja di Amerika, sangat mungkin mereka bisa bebas. Praktik seperti itu sangat biasa. Misalnya yang terjadi hari-hari ini. Yang hebohnya bukan main," kata Dahlan, dikutip dari catatannya di situs web disway.id, Senin (1/2/2021).

Kehebohan yang dimaksud adalah praktik goreng saham GameStop. Tiba-tiba saja, sebut Dahlan, saham perusahaan tersebut naik sampai 190 kali dalam waktu kurang dari satu minggu.

Otoritas pasar modal AS, Wall Street pun tampak tak bisa berbuat banyak. Mereka sudah menghentikan perdagangan itu pada 25 Januari ketika harga saham GameStop naik secara tidak masuk akal.

Tapi Wall Street harus membuka kembali perdagangan saham GameStop. Paling tidak, lanjut Dahlan, Wall Street sudah mengingatkan publik lewat penghentian itu. Selanjutnya terserah publik.

"Sampai sembilan kali Wall Street menutup sementara transaksi saham GameStop itu. Tapi akhirnya diserahkan ke mekanisme pasar. Terserah. Mau seperti apa," tuturnya.

Dari sisi fundamental, perusahaan ini mencatatkan kinerja yang buruk. Tapi investor ritel yang bermarkas di forum Reddit mengumpulkan dana untuk membentuk situasi short squeeze di pasar modal.

Perlahan tapi pasti, pasukan investor Reddit berhasil membuat harga saham GameStop melambung tinggi.

"Mulailah orang yang di luar Reddit ikut tergiur. Begitu drastis kenaikannya. Banyak perusahaan ikut menitikkan air liur. Terjun pula. Demikian juga perorangan," sebut Dahlan.

Tiba-tiba, pada Kamis lalu, aplikasi perdagangan saham online, Robinhood menghentikan transaksi saham GameStop. Itu menyebabkan harga saham perusahaan tersebut terjun bebas.

"Dunia seperti berhenti berputar. Yang tiba-tiba pusing ribuan jumlahnya. Yang dalam posisi rugi itu tadi: sampai Rp 1.000 triliun," ujar Dahlan.

Terhadap dinamika yang terjadi di saham GameStop, yakni aksi goreng saham dinilai Dahlan memiliki kemiripan pula dengan kasus Jiwasraya.

"Hebatnya, kejadian goreng saham GameStop ini juga sama dengan kejadian di Jiwasraya: dilakukan di saat-saat pergantian presiden," tambahnya.



Simak Video "Tanggapi Dahlan Iskan, Legislator PDIP: Vaksin Gratis Masih Saja Dikritik"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)